Singapura | CYBERNUSANTARA1.ID — Indonesia Dispute Board (IDB) menggelar pertemuan strategis dengan ICC Academy di Singapura sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi internasional dalam pengembangan kompetensi penyelesaian sengketa. Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk membangun kerja sama yang berkelanjutan melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan di bidang penyelesaian sengketa internasional.
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan kelembagaan antara Indonesia Dispute Board (IDB) dengan International Chamber of Commerce (ICC), sekaligus membuka peluang peningkatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global.
Presiden Dewan Sengketa Indonesia (DSI) sekaligus Presiden Indonesia Dispute Board (IDB), Prof. Sabela Gayo, S.H., M.H., Ph.D., CPL., CPCLE., ACIArb., menegaskan bahwa kolaborasi tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas para profesional Indonesia di bidang penyelesaian sengketa.
“Pertemuan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia Indonesia di bidang penyelesaian sengketa internasional. Kami berharap kerja sama antara Indonesia Dispute Board dan ICC Academy dapat memberikan manfaat nyata bagi para praktisi hukum, arbitrator, mediator, akademisi, maupun pelaku usaha,” ujar Prof. Sabela Gayo dalam keterangan resminya, Jum’at 10 Juni 2026 di Singapura.
Ia menambahkan, kebutuhan terhadap tenaga profesional yang memiliki kompetensi berstandar internasional terus meningkat seiring berkembangnya investasi dan perdagangan lintas negara.
“Indonesia membutuhkan lebih banyak profesional yang memiliki kompetensi global. Melalui kerja sama ini, kami ingin membuka akses yang lebih luas terhadap pendidikan, sertifikasi, dan pelatihan berkualitas internasional.” katanya.
Menurutnya, IDB juga berkomitmen membangun ekosistem penyelesaian sengketa yang modern, profesional, independen, dan berintegritas.
“Kami percaya bahwa penguatan kompetensi melalui pelatihan berstandar internasional akan mendorong penyelesaian sengketa yang lebih efektif, efisien, serta memberikan kepastian hukum bagi dunia usaha dan investasi,” ucapnya.
Prof. Sabela Gayo berharap hubungan yang telah terjalin dengan ICC Academy tidak berhenti pada pertemuan tersebut, melainkan berkembang menjadi kemitraan jangka panjang yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan sistem penyelesaian sengketa di Indonesia.
Sementara itu, perwakilan International Chamber of Commerce (ICC) menyampaikan apresiasi atas inisiatif Indonesia Dispute Board dalam membangun kolaborasi internasional.
“ICC Academy menyambut baik inisiatif Indonesia Dispute Board untuk memperkuat kompetensi para profesional penyelesaian sengketa di Indonesia melalui kerja sama yang berkelanjutan,” paparnya.
ICC menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan arbitrase, mediasi, dan dispute board yang mengacu pada standar internasional.
“Kami melihat Indonesia sebagai mitra strategis dalam pengembangan kapasitas penyelesaian sengketa. Kolaborasi ini diharapkan dapat melahirkan lebih banyak profesional Indonesia yang memiliki kompetensi bertaraf internasional,” terang perwakilan International Chamber of Commerce (ICC).
Lebih lanjut, pihak ICC menegaskan bahwa kemitraan lintas negara merupakan salah satu kunci dalam menciptakan sistem penyelesaian sengketa yang kredibel dan adaptif terhadap dinamika perdagangan serta investasi global.
Melalui kerja sama ini, kedua organisasi berkomitmen mengembangkan program pelatihan, pertukaran pengetahuan, dan peningkatan kapasitas secara berkelanjutan demi mendukung terciptanya praktik penyelesaian sengketa yang profesional dan berintegritas.
Pertemuan di Singapura tersebut diharapkan menjadi awal dari berbagai program kolaboratif antara IDB dan ICC Academy, yang tidak hanya memperkuat kapasitas para praktisi di Indonesia, tetapi juga memperluas jejaring kerja sama internasional dalam mendukung kepastian hukum, iklim investasi, dan penyelesaian sengketa yang efektif di tingkat global.










