Bandung, CYBERNUSANTARA1.ID | Aksi premanisme yang selama ini menjadi momok di tengah masyarakat Jawa Barat kini mendapat musuh baru: Satgas Pemberantasan Premanisme. Aparat gabungan TNI-Polri, Pemprov, hingga Kejaksaan menyatakan “perang terbuka” terhadap para pelaku intimidasi, pemerasan, hingga kekerasan jalanan yang meresahkan warga.
Apel perdana Satgas ini digelar secara simbolis oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat, Jumat (1/8/2025), sebagai penegasan sikap tak kenal ampun terhadap para preman.
“Premanisme bukan hanya melanggar hukum. Ia adalah racun sosial, yang menciptakan ketakutan, membunuh rasa aman, dan menghambat aktivitas ekonomi serta kehidupan masyarakat,” tegas Dirreskrimum Polda Jabar dalam amanat yang dibacakan oleh Wadirreskrimum.
Preman, Bersiaplah! Polda Jabar Tak Akan Beri Ampun
Satgas ini bukan main-main. Terbentuk berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor: 300/Kep.160/Bakesbangpol/2025, satuan ini akan menyisir titik-titik rawan seperti pasar, terminal, kawasan industri, hingga pemukiman padat yang selama ini menjadi sarang para pelaku kejahatan jalanan.
Ada empat sub-satgas yang akan bergerak bersama: Pencegahan dan Komunikasi Publik, Intelijen, Penindakan, serta Rehabilitasi.
“Kita tidak hanya mengejar jumlah tangkapan. Keberhasilan kita adalah ketika masyarakat merasa aman dan tidak lagi dicekam ketakutan karena ulah para preman,” ujar Wadirreskrimum, AKBP Azhari Kurniawan.
Intelijen Jadi Senjata Utama, Aksi Gegabah Dilarang!
Satgas ini juga ditekankan untuk bekerja secara presisi. Penindakan tidak boleh sembrono. Semua harus berdasarkan informasi intelijen yang kuat dan terkonfirmasi. “Penindakan tanpa dasar yang valid bisa menjadi bumerang,” jelas Azhari.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya sistemik untuk tidak hanya menindak, tetapi juga membongkar jaringan dan pola aksi premanisme yang selama ini sulit disentuh hukum.
Negara Tak Boleh Kalah!
Apel ini menjadi simbol bahwa negara hadir dan takkan tunduk pada teror premanisme. “Semangat, sinergi, dan integritas adalah senjata kita. Negara tidak boleh kalah oleh preman!” seru Azhari, membakar semangat seluruh personel di lapangan.
Dengan dibentuknya Satgas ini, Polda Jabar mengirim sinyal keras ke seluruh pelaku premanisme: hari-hari kalian di luar hukum sudah dihitung.
Sumber : Bid Humas Polda Jabar










