Satgas Anti Preman Polda Jabar Sambangi Masyarakat: Hadir, Mendengar, dan Mengedukasi Demi Jawa Barat yang Aman

banner 468x60

Bandung, CYBERNUSANTARA1.ID – Jumat, 1 Agustus 2025, menjadi momentum penting bagi masyarakat Kota Bandung. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas sehari-hari, Satgas Pemberantasan Premanisme Polda Jawa Barat turun langsung ke jalan. Bukan sekadar patroli, tapi hadir untuk membangun dialog, memberikan edukasi, dan membangkitkan kesadaran bersama: bahwa keamanan adalah tanggung jawab kolektif.

Kegiatan bertajuk “Show of Force” ini bukan hanya pamer kendaraan taktis atau iring-iringan aparat. Dari Mapolda Jabar hingga kawasan Cibiru dan Ujungberung, hingga akhirnya menyambangi Terminal Cicaheum, Polda Jabar menunjukkan bahwa negara hadir, bukan sekadar mengawasi, tetapi juga mendampingi.

Mendekatkan Polisi dengan Warga: Edukasi Langsung di Titik Rawan

Di Terminal Cicaheum, personel Satgas bukan hanya berjaga—mereka menyapa, mengedukasi, dan berdialog. Para sopir angkutan kota, pedagang kaki lima, hingga warga sekitar diberikan pemahaman tentang bahaya premanisme dan bagaimana cara sederhana melawannya: melalui kesadaran hukum, solidaritas lingkungan, dan keberanian untuk melapor.

“Kegiatan ini bukan sekadar simbol kehadiran aparat, tapi bentuk konkret bahwa kami peduli, kami hadir, dan kami siap menjadi mitra masyarakat dalam menjaga ketertiban,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H.

Bukan Hanya Menangkap, Tapi Mencegah dan Membina

Strategi Satgas kali ini mengedepankan patroli dialogis dan pendekatan pembinaan. Polisi tidak hadir sebagai sosok menakutkan, melainkan sebagai sahabat yang mendengarkan keluhan warga. Ini adalah langkah penting untuk mencegah premanisme sejak dini, dari tingkat paling dasar: lingkungan sosial warga itu sendiri.

Sebagian besar warga yang dijumpai bahkan menyambut positif pendekatan humanis ini. “Biasanya kalau ada polisi datang, kami takut. Tapi sekarang malah jadi berani curhat soal pungli dan tukang malak yang sering ganggu,” kata seorang sopir angkot jurusan Cicaheum–Cibiru.

Mengapa Edukasi Itu Penting?

Premanisme tidak tumbuh dalam semalam. Ia berkembang dari ketidakpedulian lingkungan, ketidaktahuan masyarakat soal hak-haknya, dan ketakutan untuk bersuara. Itulah sebabnya edukasi menjadi senjata paling kuat dalam upaya jangka panjang memberantas premanisme.

Polda Jabar juga menekankan pentingnya pelaporan masyarakat. “Jangan takut untuk melapor. Kami pastikan setiap laporan akan ditangani sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tegas Kombes Pol. Hendra.

Menumbuhkan Rasa Aman, Bersama-sama

Satgas Pemberantasan Premanisme akan terus hadir secara berkala di titik-titik rawan wilayah Jawa Barat. Tujuannya bukan hanya menangkap pelaku kejahatan, tetapi membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap hukum, terhadap aparat, dan terhadap sesama.

Di tengah dunia yang semakin kompleks, langkah seperti ini—yang mengedepankan edukasi, dialog, dan pendekatan kemanusiaan—adalah bentuk nyata dari transformasi pelayanan kepolisian yang berpihak kepada rakyat.

Sumber : Bid Humas Polda Jabar

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *