Jembatan Garuda Merah Putih Jadi Simbol Harapan Warga Sebakung Jaya, Pangdam VI/Mulawarman Tekankan Ketahanan Pangan dan Gotong Royong

TNI/POLRI6 Dilihat
banner 468x60

PENAJAM PASER UTARA | CYBERNUSANTARA1.ID — Senyum kebahagiaan terpancar dari wajah masyarakat Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), saat Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono, S.H., M.Si., bersama jajaran Pejabat Utama dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih, Selasa (25/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat. Jembatan yang berada di wilayah Kodim 0913/PPU itu telah selesai dibangun dan diharapkan mampu memperkuat konektivitas serta mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari.

 

Keberadaan jembatan tersebut dinilai memiliki arti strategis bagi warga, khususnya dalam menunjang mobilitas anak-anak menuju sekolah, aktivitas petani, distribusi pupuk, hingga pengangkutan hasil pertanian.

Dalam sambutannya, Mayjen TNI Krido Pramono menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tersebut merupakan salah satu bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat serta bagian dari implementasi program Presiden Prabowo Subianto.

“Jembatan ini tidak hanya menjadi sarana penghubung secara fisik, tetapi juga menjadi penghubung antara masyarakat dengan pusat perekonomian, pendidikan, pelayanan kesehatan, serta berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan,” tegas Pangdam.

 

68 Jembatan Rampung, 27 Masih Dalam Pengerjaan

Pangdam VI/Mulawarman juga menyampaikan perkembangan pembangunan infrastruktur jembatan yang dilaksanakan untuk mendukung akses masyarakat di berbagai wilayah.

Menurutnya, sebanyak 68 titik jembatan telah selesai dibangun 100 persen, sementara 27 titik lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Tidak berhenti di situ, mulai 1 September 2026 direncanakan kembali pembangunan 41 titik jembatan sebagai bagian dari upaya memperluas akses dan konektivitas masyarakat.

Komitmen terhadap kebutuhan dasar masyarakat juga diwujudkan melalui program pembangunan 41 titik sumur bor di wilayah PPU. Program tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber air.

Pangdam Ajak Warga Rawat Infrastruktur

Di sela kunjungannya, Pangdam VI/Mulawarman berdialog langsung dengan masyarakat Desa Sebakung Jaya. Ia mendengarkan berbagai aspirasi sekaligus menyampaikan pesan agar masyarakat terus menjaga persatuan dan memperkuat semangat gotong royong.

Mayjen TNI Krido Pramono juga mengingatkan masyarakat agar fasilitas yang telah dibangun bersama dapat dijaga dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak diikuti dengan kesadaran masyarakat untuk merawat dan menjaganya.

Ingatkan Bahaya Pembakaran Lahan

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam turut memberikan perhatian terhadap persoalan lingkungan, khususnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan ketika membuka maupun membersihkan lahan pertanian.

Selain berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan, pembakaran lahan dapat menimbulkan asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat serta berpotensi meluas menjadi kebakaran.

Pangdam menegaskan bahwa masyarakat yang melakukan pembakaran lahan secara melanggar ketentuan dapat dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

DPRD PPU Dorong Pembangunan Irigasi Pertanian

Dialog bersama masyarakat juga menjadi ruang bagi pemerintah daerah dan legislatif untuk menyampaikan aspirasi pembangunan.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten PPU, Sujiati, menyampaikan harapan agar Pangdam VI/Mulawarman turut memberikan perhatian terhadap pembangunan sistem irigasi pertanian di Desa Sebakung Jaya.

Aspirasi tersebut dinilai penting mengingat sektor pertanian merupakan salah satu penopang ketahanan pangan masyarakat.

Sujiati juga menyoroti adanya indikasi perubahan fungsi sebagian lahan persawahan menjadi perkebunan kelapa sawit. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian bersama agar pengembangan perkebunan tidak mengancam keberlanjutan lahan pangan dan program ketahanan pangan di Kabupaten PPU.

Jembatan Harapan bagi Masyarakat

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengecekan langsung ke lokasi Jembatan Garuda Merah Putih, peninjauan pengatapan Masjid Al Mujahidin, serta dialog dan silaturahmi bersama tokoh masyarakat.

Suasana semakin hangat ketika Pangdam VI/Mulawarman bersama rombongan berfoto bersama masyarakat, ibu-ibu Persit, serta anak-anak SD 014 Babulu.

Bagi masyarakat Sebakung Jaya, hadirnya Jembatan Garuda Merah Putih bukan sekadar pembangunan fisik berupa besi dan beton. Lebih dari itu, jembatan tersebut menjadi akses baru yang diharapkan mampu membuka peluang ekonomi, memperlancar mobilitas, serta mendukung pelayanan pendidikan dan kesehatan.

Jembatan Garuda Merah Putih kini menjadi simbol harapan—menghubungkan bukan hanya dua wilayah, tetapi juga menghubungkan masyarakat dengan peluang dan masa depan yang lebih baik.

Sumber: Pendam VI/Mulawarman

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *