Revitalisasi Masjid Panggilan Sujud Diresmikan, Wakapolri Tegaskan Pendidikan Polri Dimulai dari Pembentukan Karakter dan Spiritualitas

TNI/POLRI15 Dilihat
banner 468x60

LEMBANG | CYBERNUSANTARA1.ID – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., meresmikan revitalisasi Masjid Panggilan Sujud di lingkungan Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Lemdiklat Polri, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.

Peresmian tersebut menjadi simbol komitmen Polri dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui penguatan karakter, moral, dan spiritualitas, seiring dengan transformasi kelembagaan menuju Polri yang Presisi.

Dalam sambutannya, Wakapolri menegaskan bahwa keberhasilan membangun kualitas sumber daya manusia tidak dapat dicapai secara instan, melainkan melalui proses pendidikan yang berkelanjutan dan dilandasi nilai-nilai keimanan.

“Proses dapat kita rancang, tetapi kualitas hasil tidak bisa direkayasa. Yang dapat kita kendalikan adalah kualitas hati, niat, dan ikhtiar, sedangkan hasil akhirnya merupakan ketetapan Allah SWT,” ujar Komjen Pol. Dedi Prasetyo.

Menurutnya, pendidikan di lingkungan Polri harus mampu melahirkan insan Bhayangkara yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, serta integritas yang tinggi dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Wakapolri menjelaskan bahwa revitalisasi Masjid Panggilan Sujud bukan sekadar renovasi bangunan fisik, melainkan upaya menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat pembinaan karakter dan peradaban.

“Masjid pendidikan harus menjadi tempat lahirnya pemimpin Polri yang unggul secara akademik, kuat secara spiritual, berintegritas, dan mengabdi kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, dalam sejarah Islam, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, musyawarah, pelayanan sosial, hingga tempat lahirnya berbagai gagasan besar yang membangun peradaban.

Karena itu, keberadaan Masjid Panggilan Sujud di lingkungan Sespim Lemdiklat Polri diharapkan menjadi ruang pembentukan karakter bagi para peserta didik yang kelak akan menjadi pemimpin di institusi Polri.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri juga mengajak seluruh peserta didik Sespim untuk menginternalisasikan semangat “Impossible is Nothing”, yakni keyakinan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara.

Semangat tersebut, menurutnya, tercermin dari dedikasi personel Polri penyandang disabilitas yang mampu menunjukkan prestasi dan kinerja optimal dalam berbagai rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80.

Selain penguatan karakter, Wakapolri menegaskan bahwa reformasi pendidikan Polri terus dilakukan melalui berbagai langkah strategis, di antaranya penerapan sistem meritokrasi, pengembangan kepemimpinan berbasis talent pool, penyempurnaan kurikulum pendidikan, hingga pembangunan Laboratorium Kepemimpinan Digital sebagai sarana menyiapkan pemimpin Polri yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan global.

Rangkaian peresmian revitalisasi masjid juga diisi dengan kuliah umum yang disampaikan oleh K.H. Dr. Aang Ridwan, M.Ag., dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Dalam pemaparannya, K.H. Aang Ridwan mengapresiasi langkah Polri yang tidak hanya fokus pada modernisasi organisasi, tetapi juga memperkuat dimensi spiritual melalui revitalisasi rumah ibadah.

“Nama Panggilan Sujud mengingatkan kita untuk selalu sadar waktu, sadar umur, dan sadar amal. Masjid ini diharapkan menjadi pusat silaturahmi, majelis ilmu, ruang diskusi, sekaligus tempat membentuk pribadi-pribadi yang berkualitas,” ujarnya.

Ia juga berharap Polri terus menjaga komitmennya dalam mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), melanjutkan reformasi kelembagaan, serta meningkatkan kepercayaan publik melalui pelayanan yang profesional dan humanis.

“Semoga Polri semakin profesional, semakin dicintai masyarakat, serta terus menjadi institusi yang mampu menjaga keamanan, persatuan, dan kemajuan bangsa,” tuturnya.

Revitalisasi Masjid Panggilan Sujud menjadi salah satu momentum penting dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Selain menghadirkan fasilitas ibadah yang lebih representatif, revitalisasi tersebut juga menegaskan bahwa transformasi Polri tidak hanya diwujudkan melalui modernisasi organisasi dan teknologi, tetapi juga melalui pembangunan karakter, penguatan spiritualitas, serta kepemimpinan yang berlandaskan integritas, moralitas, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *