Panen Perdana Jagung Polrestabes Bandung Tembus 4 Ton, Bukti Nyata Dukungan Polri untuk Ketahanan Pangan Nasional

TNI/POLRI6 Dilihat
banner 468x60

Bandung | CYBERNUSANTARA1.ID – Komitmen Polrestabes Bandung dalam mendukung program ketahanan pangan nasional kembali membuahkan hasil. Melalui pengelolaan lahan pertanian yang berkelanjutan, panen perdana jagung yang dilaksanakan pada Kamis (25/6/2026) berhasil menghasilkan sekitar 4 ton jagung dari lahan seluas 1 hektare.

Capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat mampu memberikan kontribusi positif dalam memperkuat sektor pangan sekaligus mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.

Berdasarkan laporan harian yang disampaikan Kabag SDM Polrestabes Bandung, AKBP Ujang Burhanudin, hingga saat ini luas lahan yang telah ditanami jagung mencapai 30 hektare. Pengembangan lahan tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Ketahanan Pangan Polri Kluster 1, yang berfokus pada peningkatan produksi pangan melalui pemanfaatan lahan produktif.

“Keberhasilan panen perdana ini menunjukkan bahwa program ketahanan pangan yang dijalankan secara kolaboratif dapat memberikan hasil yang nyata. Kami akan terus melakukan pendampingan dan pengawasan agar program ini berjalan optimal serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar AKBP Ujang Burhanudin.

Tidak hanya melakukan panen, jajaran Polrestabes Bandung juga terus memastikan keberlangsungan produksi melalui perawatan intensif terhadap tanaman yang masih dalam masa pertumbuhan. Pada kegiatan hari ini, petugas melaksanakan pemupukan tahap pertama di lahan Blok D sebagai upaya menjaga kualitas tanaman dan meningkatkan produktivitas panen pada musim berikutnya.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam strategi pertanian berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada hasil panen sesaat, tetapi juga pada keberlangsungan produksi pangan dalam jangka panjang.

Dari hasil pemantauan di lapangan, harga jagung pipilan dengan kadar air 14 persen di tingkat petani tercatat stabil di angka Rp6.400 per kilogram. Kondisi ini dinilai cukup baik bagi petani karena memberikan kepastian nilai jual hasil produksi. Sementara itu, serapan hasil panen oleh Bulog maupun industri pakan ternak belum dilakukan dan masih menunggu perkembangan distribusi selanjutnya.

Seluruh rangkaian kegiatan panen dan pemeliharaan tanaman berlangsung aman, tertib, dan tanpa kendala berarti. Keberhasilan tersebut menjadi indikator positif bahwa program ketahanan pangan yang digagas Polri tidak hanya bersifat simbolis, tetapi telah menghasilkan manfaat nyata bagi sektor pertanian.

Program ini juga mencerminkan transformasi peran Polri yang semakin aktif dalam mendukung pembangunan nasional. Selain menjalankan tugas pokok menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polri turut hadir dalam upaya memperkuat ketahanan pangan sebagai salah satu pilar penting ketahanan nasional.

Dengan semangat Polri Presisi, Polrestabes Bandung berkomitmen untuk terus mengawal program ketahanan pangan melalui monitoring, pendampingan, dan pelaporan secara berkala. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang mandiri, berdaya saing, dan memiliki ketahanan pangan yang kuat di tengah berbagai tantangan global.

Keberhasilan panen perdana ini bukan sekadar tentang hasil 4 ton jagung yang berhasil dipanen, melainkan tentang tumbuhnya harapan dan optimisme bahwa kolaborasi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat mampu menjadi kekuatan besar dalam menjaga ketersediaan pangan serta meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju Indonesia Maju.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *