BANDUNG | CYBERNUSANTARA1.ID — Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah dimaknai sebagai momentum penting untuk memperkuat nilai spiritual, moral, dan integritas, khususnya di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Hal tersebut disampaikan Bernard P. Simanjuntak, Pimpinan Redaksi media Cybernusantara1.id, saat menyampaikan ucapan Selamat Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW kepada seluruh umat Islam, Jumat (16/1/2026), di Bandung.
“Atas nama pribadi, serta seluruh kru media Cybernusantara1.id, kami mengucapkan Selamat Memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Semoga peristiwa suci ini menjadi sumber kekuatan spiritual dan moral dalam menjalani kehidupan bermasyarakat dan berbangsa,” ujar Bernard.
Menurutnya, Isra Mi’raj bukan hanya peristiwa agung dalam sejarah Islam, tetapi juga sarat dengan pesan universal tentang disiplin, kejujuran, tanggung jawab, dan keteguhan prinsip—nilai-nilai yang sangat relevan bagi insan pers.
“Isra Mi’raj mengajarkan pentingnya konsistensi antara iman dan tindakan. Bagi insan media, ini berarti komitmen kuat untuk menyajikan informasi yang benar, berimbang, dan berpihak pada kepentingan publik,” tegasnya.
Bernard menambahkan, di era derasnya arus informasi dan disrupsi digital, media dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan berintegritas. Ia menilai nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam Isra Mi’raj dapat menjadi fondasi moral dalam menjaga marwah jurnalistik.
“Kecepatan informasi tidak boleh mengorbankan kebenaran. Integritas adalah ruh jurnalisme, dan nilai itu sejalan dengan pesan spiritual Isra Mi’raj,” katanya.
Lebih lanjut, Bernard menegaskan komitmen media Cybernusantara1.id untuk terus hadir sebagai media yang profesional, independen, serta menjunjung tinggi etika jurnalistik, sekaligus memperkuat semangat toleransi dan kebhinekaan.
“Momentum Isra Mi’raj ini kami jadikan pengingat untuk terus berkontribusi mencerdaskan publik, menjaga persatuan, dan menyuarakan kebenaran demi Indonesia yang lebih bermartabat,” pungkasnya.
Peringatan Isra Mi’raj diharapkan tidak sekadar menjadi peringatan seremonial, melainkan refleksi kolektif untuk membangun masyarakat yang beradab, berintegritas, dan berlandaskan nilai-nilai moral serta spiritual. (Red)










