Kapolda Jabar Cek Kesiapan Direktorat Siber, Tegaskan Optimalisasi Alat dan Profesionalisme Personel Hadapi Kejahatan Dunia Maya

banner 468x60

Bandung, CYBERNUSANTARA1.ID — Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., menegaskan pentingnya kesiapan operasional dan pemanfaatan teknologi dalam menghadapi tantangan kejahatan siber yang kian kompleks. Hal itu disampaikannya saat melakukan pengecekan Alat Material Khusus (Almatsus) dan kesiapan personel di Direktorat Siber Polda Jabar, didampingi Wakapolda serta para Pejabat Utama Polda Jabar.

Dalam arahannya, Kapolda menekankan bahwa seluruh peralatan yang dimiliki harus dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran. Ia juga menyoroti bahwa alat surveillance tidak hanya untuk Direktorat Siber saja, namun dapat dimanfaatkan oleh satuan kerja lain sesuai kebutuhan, dengan kendali penggunaan yang terkoordinasi.

Irjen Pol. Rudi Setiawan juga mengingatkan agar jajaran tidak sembarangan menerima hibah peralatan yang tidak relevan atau tidak bermanfaat bagi satuan kerja. Seluruh kendaraan operasional dan Almatsus diminta diberi identitas yang jelas serta dibuatkan garasi khusus guna menjaga kualitas peralatan. Selain itu, personel wajib memahami cara penggunaan dan perawatan Almatsus, serta segera mengajukan anggaran pemeliharaan bagi alat yang belum memiliki dukungan biaya harwat.

Kapolda Jabar turut menegaskan pentingnya administrasi yang baik, seperti pembuatan berita acara saat Almatsus dipakai atau diserahkan. Ia juga menunjuk Kanit Patroli Direktorat Siber sebagai “sutradara” yang mengatur ritme patroli siber secara efektif dan terukur.

Untuk memperkuat pencegahan kejahatan digital, Kapolda memerintahkan agar patroli serta analisis media sosial dilakukan secara rutin, tidak hanya bersifat reaktif terhadap isu viral. Ia juga menekankan agar pengadaan Almatsus tidak tumpang tindih dengan peralatan yang sudah ada, serta meminta personel untuk terus mendalami dunia siber secara profesional.

“Manfaatkan alat yang ada dan terus belajar, baik melalui pelatihan langsung maupun daring,” tegas Irjen Pol. Rudi Setiawan.

Lebih lanjut, Kapolda meminta dilakukan pengecekan suhu ruangan secara rutin untuk menyesuaikan dengan kebutuhan alat siber, serta menetapkan target pekerjaan secara berkala. Ia juga menginstruksikan agar personel lebih proaktif dalam menggali isu-isu menonjol di ruang digital dan tidak menunggu viralitas terjadi.

Sebagai upaya memperkuat kapasitas SDM, Kapolda menekankan agar personel berlatar belakang Bakomsus diprioritaskan masuk ke Direktorat Siber, peralatan berusia lebih dari lima tahun dihapus dari inventaris SIMAK, serta mendorong pembentukan tim laboratorium siber dan peningkatan kompetensi melalui pelatihan maupun sekolah daring.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata perhatian pimpinan Polda Jabar dalam menjaga kesiapan operasional dan penguatan sumber daya menghadapi tantangan kejahatan digital yang terus berkembang.

Sumber : Bidhumas Polda Jabar

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *