Banyuwangi, CYBERNUSANTARA1.ID – Vahid Faiq yang biasa akrab di sapa Faiq selaku ketua Forum Singojuruh Bersatu (FSB), Ketua Forum Komunikasi Pekerja Matrial (FKPMB), dan sebagai Ketua Umum Aliansi Persaudaraan Pejuang Armada Matrial Banyuwangi (APPAMWANGI) sangat mengapresiasi tindakan yang di lakukan oleh jajaran personil anggota Polresta Banyuwangi dalam upaya penertiban usaha tambang Galian C yang tidak memiliki izin menurut regulasi undang undang Minerba yang berlaku.
Faiq mengatakan, bahwa tentunya penertiban ini bertujuan baik agar para penambang beriktikad untuk segera mengurus perizinan.
Tetapi dengan tegas juga Faiq menyampaikan, bahwa berkaitan dengan adanya penertiban ini Pemerintahan Daerah (Pemda) Banyuwangi pun juga harus bisa mengambil langkah cepat guna memfasilitasi dan membantu para penambang untuk mengurus perizinan.
“Saya meminta, jika para penambang yang sudah mengurus izin yang masih dalam proses yakni WIUP (Wilayah Izin Usaha Pertambangan ) maupun IUP( Izin Usaha Pertambangan) bisa melakukan pekerjaannya dengan pertimbangan kelangkaan matrial dan nasib para warga Banyuwangi yang bekerja di matrial contoh sopir dumtruck, kuli bangunan, tentunya mereka semua tidak bisa bekerja jika terjadi kelangkaan matrial,” jelas Faiq saat di wawancarai awak media, Jum’at (23/12/2022).
Faiq menambahkan, ini harus di jadikan pertimbangan utama, sebab setelah adanya wabah Covid-19 selama dua tahun berdampak kepada ekonomi rakyat kecil.
“Kita saat ini dalam masa pemulihan ekonomi khususnya warga kaum pekerja matrial yang menggantungkan mata pencaharian di matrial,” katanya.
“Sulit akan sangat di rasakan kaum pekerja matrial menjadi ekonomi sulit kembali, jika tambang yang ada di Banyuwangi tidak beraktivitas. Saya juga menghimbau bagi penambang yang tidak mau mengurus ijin agar segera mengurus perizinan,” ungkap Faiq.
Lebih lanjut Faiq menambahkan bahwa pihaknya menyererahkan sepenuhnya ke Aparat Penegak Hukum (APH) karena itu adalah kewenangan POLRI dalam penegakan hukum.
Namun Faiq tetap meminta perlindungan dan pendampingan kepada Pemda Banyuwangi untuk merespon cepat dalam membantu para pengusaha tambang galian C ke dalam mengurus perizinan.
“Agar tambang yang menjadi sumber mata pencaharian kaum pekerja buruh di Banyuwangi bisa kembali normal, bekerja untuk menghidupi anak istrinya,” harap Faiq.
( Tim )
















