Viral Video dan Foto Sekelompok Warga Kaonda Distrik Windesi Mengungsi, Begini Kata Kapolres Yapen

Terkini14 Dilihat
banner 468x60

 

Yapen, CYBERNUSANTARA1.ID — Menanggapi foto dan Video di Group WhatsApp memperlihatkan adanya sekelompok warga Kaonda Distrik Windesi di Kabupaten Yapen yang mengungsi di tengah hutan, Kapolres Kepulauan Yapen AKBP Herzoni Saragih memberikan penjelasan.

Sebelumnya dalam Foto dan Video yang beredar ada sebanyak 61 orang terdiri dari anak dan dewasa mengungsi di tengah hutan lantaran aksi penyisiran aparat gabungan pada 1 Desember 2022 lalu.

Menurut Kapolres Yapen, keberadaan aparat gabungan beberapa waktu lalu di kampung tersebut tidak lain untuk melakukan patroli rutin guna menjaga kamtibmas dalam memberikan rasa aman serta nyaman kepada masyarakat.

“Kami hadir untuk memberikan rasa aman. Itu bukan penyisiran atau operasi militer. Bahkan kehadiran kami di sana di sambut masyarakat dengan hangat,” terang AKBP Herzoni Saragih.

Terkait informasi adanya pengungsi, AKBP Herzoni Saragih mengatakan akan segera mengecek, mengingat kasus serupa pernah terjadi seperti di Sasawa beberapa tahun lalu.

“Ini konsepnya seperti di Sasawa, di mana kehadiran TNI-Polri di pelintir oleh oknum-oknum yang berbeda ideologi, kemudian memanfaatkan masyarakat untuk pergi mengungsi dan membuat isu adanya operasi militer atau penyisiran aparat gabungan,” katanya.

AKBP Herzoni Saragih pun membeberkan bahwa beberapa waktu lalu juga ada postingan di media sosial Facebook yang menyebutkan aparat gabungan melakukan kekerasan kepada warga di kampung tersebut, Namun setelah kami selidiki berita tersebut adalah hoax.

“Kegiatan-kegiatan seperti ini merupakan bentuk provokatif yang bisa mengganggu keamanan,” tegasnya.

AKBP Herzoni Saragih juga mengaku bahwa informasi pengungsian itu telah ia terima, dan anehnya di bawah laporan tersebut tertera tulisan hastag #IndonesiaPenjajah, #StopOperasiMiliter dan #FreeWestPapua.

“Kalau di lihat dari laporan itu, kita bisa menyimpulkan bahwa kelompok ini adalah orang-orang yang memiliki ideologi berbeda. Namun mereka tetap Warga negara Indonesia yang harus di berikan pemahaman-pemahaman tentang bernegara yang baik,” tegasnya.

“Kepada masyarakat saya menghimbau agar tidak terprovokasi oleh berita-berita hoax yang belum jelas kebenarannya sehingga dapat merugikan diri dan pihak pihak lainnya,” pesan Kapolres.

 

(Nov)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *