Pejabat Sumut Diduga Belum Bersih Dari Korupsi, Hal itu Disampaikan LSM DPW TAMPERAK SUMUT Dalam Gelar Muswil dan Rakerwil

Terkini61 Dilihat
banner 468x60

 

Medan, Sumut, Cybernusantara1.id  — Lembaga Swadaya Masyarakat DPW Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi (TAMPERAK) Provinsi Sumatera Utara gelar Musyawarah Wilayah (Muswil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Perdana.

Kegiatan tersebut bertempat di Restoran Wong Solo, Jalan Gajah Mada No.20 M, Babura, Kec. Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (25/06/2022).

Acara di buka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Do’a dan di lanjutkan sambutan dari Ketua Panitia Henri YU, pelaksana tugas (PLT) Ketua DPW LSM Tamperak Sumut Andi Panggabean dan di tutup dengan makan bersama.

Dalam kesempatan tersebut Andi Pangabean, mengatakan, “Kegiatan ini dalam rangka membentuk kepengurusan DPW LSM Tamperak Sumut periode 2022 s/d 2027,” katanya.

Di ketahui Plt DPW LSM Tamperak Andi Panggabean juga Koordinator Wilayah (Korwil) Sumatera membawahi 2 Provinsi di Wilayah Sumatera, yakni Sumatera Utara dan Aceh.

“Sesuai dengan kesepakatan Muswil Kepengurusan DPW Gempita Priode (2022-2027) akan segera di bentuk. Hasilnya akan di laporkan ke Dewan Pimpinan Pusat (LSM DPP TAMPERAK),” ungkapnya

“Dalam Muswil dan Rakewil tersebut kita akan memilih kandidat untuk menduduki Ketua Wilayah Provinsi Sumut beserta rencana kerjanya. Hal itu akan di sampaikan ke DPP,” ucapnya.

Terkait kepengurusan yang lama periode 2017-2022, Andi Panggabean mengatakan bahwa sudah berakhir di bulan Mei 2022.

“Kami hanya melaksanakan mandat dari Pusat. Semua kami lakukan berdasarkan wewenang dari Pusat berdasarkan mandat DPP,” tegasnya.

Acara di hadiri para Ketua DPD LSM Tamperak di antaranya Agus Siagian, Erbin H Pangaribuan, Pandapotan Sinurat, Fahmi dan lainnya.

Lembaga Swadaya Masyarakat Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi menyebutkan bahwa para pejabat di Sumatera Utara di duga masih belum bebas dari korupsi. Hal ini di sampaikan Ketua DPD LSM Tamperak, Andi Panggabean dalam musyawarah dan rapat kerja wilayah.

Pernyataan keras tersebut di lontarkannya pada sabtu siang karena geram melihat tidak ada satupun pejabat yang hadir dalam undangan kegiatan yang mereka kirimkan.

Menurut Andi, “Para stakeholder masih belum menganggap kehadiran LSM Tamperak yang memiliki misi memberantas korupsi,” ujarnya.

“Harusnya mereka kita undang hadir, tapi inilah yang terjadi retorikanya. Bahwa pejabat di Sumut belum bersih dari korupsi. Karena yang tidak mencintai dan mendukung LSM Tamperak patut di duga pelaku korupsi,” ucapnya.

Padahal menurut Andi, eksistensi LSM Tamperak sebenarnya bukan untuk merusuhi pemerintahan yang ada. Hanya saja, organisasi ini risih jika melihat pejabat yang masih mau mencuri uang rakyat.

Diketahui, LSM Tamperak mengadakan musyawarah dan rapat kerja wilayah perdana setelah masa jabatan kepengurusan lima tahun berakhir.

Melalui agenda akbar ini, LSM Tamperak bertekad untuk terus membersihkan pejabat di Sumut yang masih latah untuk korupsi.

(Novrizal

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed