Kapolri dan Dewan Pers Bertemu, Sepakat Cegah Polarisasi Pemilu

Pemerintah10 Dilihat
banner 468x60

 

Jakarta, Cybernusantara1.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan audiensi dengan Dewan Pers Indonesia. Pertemuan ini bertempat di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (21/6/2022).

Dalam pertemuan Polri bersama Dewan Pers Indonesia sepakat membuat Memorandum of Understanding (MoU). Bekerja sama melalui program-program pertukaran informasi, sosialisasi dan edukasi mencegah polarisasi saat pemilu.

“Kita juga tadi membahas beberapa tantangan kedepan yang akan kita hadapi. Sehingga, di butuhkan kesepahaman terkait dengan pemberitaan juga hal-hal yang saat ini di laksanakan oleh Polri atau biasa di kenal dengan cooling system. Hal itu untuk mencegah terjadinya Polarisasi yang akan memecah belah persatuan anak-anak bangsa, biasanya muncul karena penggunaan politik identitas pada saat pemilu,” kata Sigit.

Mantan Kabareskrim Polri ini menyampaikan, bahwa dalam pertemuan antara Polri dan Dewan Pers sepakat untuk memberikan pendidikan literasi tentang bagaimana bersama-sama menjaga politik yang sehat.

“Karena kedepan, tantangan kita akan menjadi semakin besar, kita butuh untuk mengurangi potensi-potensi perpecahan. Dan ini selalu saya sampaikan setiap saat kita bertemu dengan seluruh elemen masyarakat dan seluruh tokoh. Khusus kali ini hal-hal tersebut jadi konsen kita,” ujar Sigit.

Persatuan dan kesatuan, kata Sigit, “Sangat di butuhkan untuk menghadapi kondisi ketidakpastian akibat dampak global. Dengan kekuatan persatuan dan kesatuan, maka Indonesia bisa menghadapi situasi perkembangan global mempertahankan posisi dan eksistensi Indonesia di kancah dunia,” ucapnya.

“Terima kasih atas kunjungan dari rekan-rekan Dewan Pers. Kami akan terus bersinergi untuk melakukan hal-hal yang terbaik. Untuk dukungan kemitraan antara pers, rekan-rekan media dan kepolisian. Karena, kita sama-sama selalu berada di lapangan dalam situasi yang tentunya butuh keberadaan kita,” ucap Sigit.

Sementara itu, Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra menekankan bahwa, dalam menghadapi Pemilu 2024, Dewan Pers dan Polri memiliki keinginan yang sama. Yakni menjaga keutuhan sosial.

“Kita ingin masyarakat tidak terpecah belah. Oleh karena itu, Dewan Pers berharap agar kawan-kawan media tidak memakai diksi-diksi yang memecah belah anak bangsa yang selama ini masih di pakai. Di harapkan itu tidak di pakai lagi,” ucapnya.

Azyumardi berharap adanya peningkatan kualitas jurnalistik. Hal itu dalam rangka menjaga dan mencegah terjadinya penyebaran berita hoaks yang dapat menyebabkan perpecahan bangsa.

“Dewan Pers bersama dengan Polri ingin meningkatkan kualitas jurnalistik. Kita berharap pelayanan yang di berikan  berdasarkan pada jurnalisme yang terverifikasi. Jadi bukan di lakukan oleh orang-orang yang menggunakan jurnalistik untuk kepentingan tertentu baik kepentingan ekonomi dan lainnya,” tutupnya.

 

(Redaksi)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *