Jakarta – Agus Flores Ketum Fast Respon Nusantara (FRN) turun tangan terkait dugaan kekerasan yang dilakukan oknum aparat TNI-POLRI di Perbatasan Kelapa Sawit Lalundu Sulteng dan Pasang Kayu Sulbar. Hal itu dilakukannya agar tidak menjadi konflik berkepanjangan.
“saya sudah sampaikan persoalan ini ke Bapak Kapolri dan Panglima TNI, soal sengketa kelapa sawit di daerah tersebut, yang diduga perusahaan diperkuat oknum aparat dan membuang masyarakat di atas Truk dan memborgol masyarakat,” tegas Agus.
“Pembakaran coklat, hutan rakyat dari 19 tahun lalu harus diungkapkan, biar jelas siapa oknum Aparat yang terlibat, sekaligus melihat Legal Standing Perusahaan yang menguasai Lahan tersebut,” katanya.
Agus meminta Seluruh Stakeholder Pemerintah, Polri dan TNI duduk bersama menyelesaikan persoalan ini.
(Arlisman/CN1)










