Mantan Panglima Nii Abu Yaseer, Disaksikan Abah Anton Charly, Ajak Anggota Yang Masih Aktiv Di NII, Untuk Kembali Bertaubat Kepangkuan NKRI

BERITA UTAMA38 Dilihat
banner 468x60

 

Kab.Tasikmalaya – Mantan Kapolda Jabar Irjen Pol (Purn) Dr. H. Anton Charliyan, M.P.K.N., kedatangan mantan Panglima Besar NII Abu Yaseer beserta jajarannya, diantaranya mantan Para Bupati NII Wil KW 9 dan KW 7 (Jabar & DKI – Lampung) di Taman Wisata Batu Mahpar Kec. Sariwangi, Selasa, (25/1/2022).

Diketahui, kedatangan mereka dalam rangka silaturahmi sekaligus mengukuhkan kembali Ikrar sumpah setia mereka kepada NKRI yang ditandai dengan Hormat Bendera Merah Putih, mencium Bendera & Menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia raya.

Tampak dilokasi, dalam acara tersebut mereka semua menitikan air mata tanda rasa bangga dan haru kepada Ibu Pertiwi yang dilanjutkan dengan melaksanakan press confrence terkait kondisi NII saat ini yang sangat memprihatinkan dan harus diwaspadai seluruh masyarakat Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Abu Yaseer selaku mantan Panglima Besar NII menyatakan bahwa saat ini sudah kembali ke pangkuan NKRI bersama dengan rekan- rekannya yang hadir diantaranya 20 orang mantan Pejabat tinggi NII.

“Kami sudah keluar dari NII sejak tahun 2001 bersama dengan personil dan loyalis saya kira-kira sebanyak 80.000 orang dari Keseluruhan 170 ribu anggota.Yang mana dari 170.000 orang tersebut terbagi menjadi 3 golongan diantaranya :

1 – Golongan yang sudah tidak mau tahu lagi akan NII bahkan NKRI, kini mereka hanya mementingkan bagaimana cara mereka mengisi perut untuk hari ini dan esok hari.

2 – Golongan kedua yang masih memiliki ideologi radikal, bahkan sebagian sudah menjurus ke terorisme dan ada yang bergabung dengan NII, JI, JAD, bahkan ISIS.

3 – Golongan yang sudah kembali ke pelukan Ibu Pertiwi, sudah rahmatan lil alamin, dan sekarang ikut dengan saya memikirkan bagaimana cara mempertahankan dan mencegah agar NKRI tidak di rusak oleh kelompok NII dan antek- anteknya,” ungkapnya.

Abu Yasir eks Panglima Besar NII terpaksa harus “turun gunung” mengajak masyarakat Indonesia untuk mewaspadai gerakan NII yang saat ini sudah dianggap sangat serius mengancam NKRI.

“Jumlahnya saat ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Padahal begitu banyak instrument pemerintah yang terlibat dalam masalah ini, seperti BNPT, DENSUS 88, BIN, BAIS, Kejaksaan dan lainnya, tapi sepertinya tidak punya dampak apa-apa terhadap perkembangan NII,” ujarnya.

“Tahun 2020 saja sudah lebih dari 5 juta personil, hari ini bisa dua kali lipatnya, bisa 7 juta hingga 10 juta yang tersebar luas di berbagai lini, mulai Kiayi, ulama, Habaib, kalangan Akademisi Kampus, ASN, Pengusaha, ormas Islam, bahkan ada juga masuk ke partai-partai, TNI & POLRI,” terangnya.

“Mereka mempunyai agenda besar di Tahun 2024 ini, dan mereka menggalang kekuatan bersama kaum radikalisme baik dalam negri maupun luar negeri. Tujuan gerakan NII bersama kaum Radikalis itu sangat jelas, yakni ingin Merebut Kekuasaan menghancurkan keutuhan NKRI, dengan menjual dogma-dogma / ajaran / doktrin Agama,” kata Abu Yasir.

“Waktu yang sudah mereka agendakan adalah tahun 2024, bersamaan dengan agenda Pilpres. Hal Inilah yang patut kita waspadai dan harus kita antisipasi sejak dini. Jangan sampai Negara kita dijadikan semacam Suriah, Yaman, Afganistan dan negara lainnya yang hancur berkeping keeping,” paparnya.

Sementara itu, Abah Anton panggilan akrab Anton Charliyan mengungkapkan, bahwa kita harus bergerak bersama-sama menumpas sisa sisa NII dan antek-anteknya yang kini jumlahnya sangat banyak dan tersebar hampir di semua lini.

“Dari data yang disampaikan oleh Abu Yasir kini anggota NII yang tersebar di seluruh Indonesia sampai dengan tahun 2020, sudah mencapai 10 juta orang. Saya sangat prihatin dengan kondisi ini, terlebih lagi dari laporan intelejen bahwa tahun 2024 sudah ada agenda internasional, dimana agenda tersebut bertujuan untuk membuat NKRI Rusuh. Merebut Kekuasaan dan merebut simpati massa melalui dogma-dogma / ajaran / doktrin Agama, menjadikan NKRI seperti negara yang sudah berhasil mereka jadikan target, seperti Suriah, Irak, Yaman, Lybya, Irak , Palestina dan lainnya,” ucap Abah Anton.

Untuk itu, lanjutnya, “Kita harus betul-betul bisa jadi satu Frekwensi, jika ingin melawan agenda mereka tersebut,” katanya

Mantan Kadiv Humas Polri ini juga menyampaikan, “Jika kita masih mencintai NKRI, dan masih menginginkan NKRI tetap berdiri sebagai Bangsa dan Negara yang utuh dan berdaulat, mari kita satukan seluruh komponen kekuatan kita, baik suku, ras, agama, moril maupun materil, untuk bersama-sama melawan mereka yang mengusung faham radikalisme dan intoleransi wahabiisme & NII, dimana saat ini salah satu perjuangan bersama itu kebetulan ada di Kota Garut yang diwadahi ALMAGARI,” sebutnya

“Mari kita jadikan perjuangan Garut sebagai perjuangan Nasional kita bersama, jangan biarkan Garut berjuang sendirian. Sementara mereka lawan-lawan kita, ramai-ramai bersatu padu menghantam Garut. Ingat, satu langkah kecil di Garut, satu, satu langkah lurus di Galunggung, akan jadi langkah besar di Indonesia, mungkin memang harus dimulai dengan Galunggung & Garut untuk meluruskan Darurat NII Ini, kembali sebagai Garuda Utama di Indonesia,” tandas Abah Anton.

“Mari kita perangi gerakan mereka sekecil apapun, jangan beri mereka kesempatan walau hanya satu inci sekalipun, dan jangan biarkan mereka terus tumbuh dan berkembang menjadi virus yang menggerogoti Bangsa dan Negara dari dalam, yang memang pada kenyataanya mereka sangat anti Pancasila dan UUD1945, sehingga menganggap para pejabat negara pun sebagai Thogut (penyembah berhala),” seru Abah Anton.

“Sebagaimana yang pernah terjadi di Suriah dan Afganistan melalui gerakan Takfirinya, yang juga sama ada di Indonesia, yang kini ramai jadi Aksi penolakan bersama masyarakat Garut Jabar yang tergabung dalam komunitas ALMAGARI (Aliansi Masyarakat Garut Anti Radikalisme dan Intoleran). Serta gerakan Comunitas SAMMARI ( Solidaritas Aksi Masyarakat Militan Anti Radikalisme & Intoleransi,  karena mereka sadar akan bahaya NII, yang kira-kira, inilah yang akan terjadi apabila Garut menjadi negara NII,” paparnya.

“Kami kedatangan Abu Yaseer bersama jajarannya dan menggelar press conference ini untuk mengetahui lebih jauh mengenai pergerakan NII yang sebenarnya, dan agenda ke depannya. Yang jelas agenda besar mereka di tahun 2024, harus bisa memegang tampuk kekuasaan tertinggi, baik secara Konstitusional maupun Inkontitusional, yang diduga kuat ada campur tangan kekuatan asing. Lalu apa kira-kira yang terjadi jika golongan mereka Berkuasa ???,” tanyanya.

“Hal ini mohon dijadikan catatan penting Pemerintah, dan pemerintah harus betul-betul serius menyikapi kondisi tersebut. Jangan dianggap sekedar issue murahan, jangan sampai baru merasa memiliki setelah Kehilangan,” tutupnya.

Seusai menggelar press conference tersebut, Abu Yaseer bersama dengan mantan para Bupati NII. Yang hadir dari eks Wilayah 1 dan Wilayah 7 Jawa Barat dan Ex Wilayah 9 mengungkapkan, “Kami pun siap untuk hadirkan seluruh mantan NII, yang sudah sadar kembali ke pangkuan NKRI untuk bersama-sama sinergi Perangi NII, Radikalisme & Wahabiisme yang jumlahnya kira-kira 80.000 orang, dan siap untuk membantu NKRI, bila sewaktu-waktu diperlukan, dibawah komando Bah Anton charly, untuk menebus kesalahan kami dimasa lalu, kami Siap Berkorban hidup dan mati untuk NKRI,” pungkasnya.

 

(Redaksi)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *