Masyarakat Dusun Pulokaim Desa Kutagandok Kutawaluya Karawang Gelar Acara Ngaruwat Bumi

Terkini28 Dilihat
banner 468x60

 

Karawang – Ruwatan bumi adalah sebuah tradisi upacara adat masyarakat sebagai ungkapan rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen pertanian yang melimpah juga sebagai upacara penolak bala sekaligus penghormatan terhadap nenek moyang yang berjasa untuk suatu daerah tersebut.

Demikian juga dengan Pagelaran Ngaruwat Bumi di Dusun Pulokaim Desa Kutagandok Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang pada Rabu 5 Januari 2022.

Menurut panitia pagelaran ngaruwat bumi, Muhammad Odang, mengatakan, “Penyelenggaraan ngaruwat bumi ini di laksanakan oleh tokoh masyarakat serta dorongan pemerintah Desa Kutagandok. Dengan adanya Pagelaran Ngaruwat Bumi ini memaknai bahwasannya kebudayaan perlu di rawat dan di jaga oleh kita sebagai regenerasi penerus,” ungkapnya.

“Pelaksanaan ngaruwat di dukung oleh beberapa komunitas, kelompok yang ikut serta dalam pagelaran ngaruwat bumi tepatnya di Dusun Pulo Kaim Rt 005 Rw 003 Desa Kutagandok,” jelasnya.

“Acara puncak ruwatan bumi diadakan pada malam hari dengan sebelumnya dilakukan doa dan sambutan-sambutan oleh para sesepuh kampung dan diakhiri dengan acara menyelenggarakan pagelaran wayang kulit atau wayang golek untuk memeriahkan ruwatan bumi,” kata Muhammad Odang.

“Alhamdulilah pelaksanaan ngaruwat bumi terselenggara hasil dari bantuan swadaya masyarakat serta bantuan dari beberapa kelompok dan komunitas budaya sunda sehinga acara ini bisa terselenggara dengan baik, berjalan sukses dan lancar,” paparnya.

Ditempat yang sama, Tamin Miharja sebagai tokoh pemuda Pulokaim sekaligus pendidik Guru Silat Gaya Murni Rengasdengklok dan sebagai Dirut GM Terapis menuturkan, “Pagelaran Ngaruwat Bumi yang di gelar di Dusun Pulo Kaim Desa Kutagandok adalah ungkapan syukur atas hasil yang diperoleh dari bumi dengan harapan tahun depan lebih baik serta merupakan penghormatan kepada leluhur. juga kegiatan ngaruwat iniĀ  mengumpulkan dan merawat dengan tradisi ruwatan bumi, padi dan hasil bumi yang lain nya memiliki tempat istimewa,” ujarnya.

“Pagelaran ngaruwat ini adalah simbol tradisi kebudayaan yang harus kita rawat kita jaga dan kita lestarikan, sehingga generasi penerus tahu arti dan makna ngaruwat ini. Segala kita kembalikan kepada sang Pencipta Allah Swt dengan syukur ini semoga hasil panen bumi mendapatkan keberkahan dan setahun kedepan juga semoga hasil panen bumi di limpahkan hasil yang berkah juga,” katanya.

“Ngaruwat adalah satu tradisi jaman terdahulu, ngaruwat maknanya kita bisa berkumpul bersama sama dalam wadah silaturahmi saling mengenal satu dengan yang lainnya dengan tali silaturahmi dalam wadah ruwatan ini insyaalloh keberkahan akan kita petik. Aamiin ya Allah,” ucap Tamin.

Sementara itu, dalam acara ruwatan Kepala Desa Kutagandok H. Mamat Karmat mengatakan, “Dengan melaksanakan kegiatan ini tentu banyak sisi positif. Ritual Ruwatan Bumi merupakan ajang silaturahmi untuk membahas berbagai kegiatan membangun kampung dan membahas waktu pengolahan lahan pertanian serta jadwal tanam secara serempak,” katanya.

“Semoga dengan hajat bumi sebagai Budaya dan kearifan lokal dapat menggali potensi SDM warga terutama anak -anak muda selanjutnya dengan jiwa gotong royong bisa menghidupkan kembali jiwa Nasionalisme, Solidaritas warga,” ucapnya.

“Dengan rasa kebersamaan, saling asah- asih-asuh serta silih wangi keun akan membawa Hikmah Do’a dan Berkah dalam segala aspek kehidupan sehingga mengangkat kesejahteraan dan kemakmuran bagi warga setempat khususnya serta umumnya bagi warga desa kutagandok,” tutup Kades H. Mamat.

 

(Hp/Nurul As/Cwk)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed