Pelatihan Mediasi Batch 152 Resmi Dibuka, Prof. Sabela Gayo Tekankan Peran Strategis Mediator di Era Modern

banner 468x60

Jakarta| CYBERNUSANTARA1.IDPelatihan Mediasi Batch 152 resmi dibuka secara daring melalui Zoom pada Kamis, 9 April 2026. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari hingga 13 April 2026 ini diselenggarakan oleh Institut Pengadaan Publik Indonesia (IPPI), Dewan Sengketa Indonesia (DSI), serta Yayasan Pendidikan Dewan Sengketa Indonesia.

Pembukaan pelatihan dipimpin langsung oleh Presiden DSI, Sabela Gayo, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran mediator dalam menjaga stabilitas sosial dan menyelesaikan konflik secara damai di tengah dinamika masyarakat modern.

Dalam pernyataannya, Prof. Sabela Gayo menyampaikan bahwa mediasi bukan sekadar proses penyelesaian sengketa, tetapi merupakan pendekatan strategis yang mengedepankan keadilan restoratif.

“Mediator harus mampu menjadi jembatan yang adil, netral, dan berintegritas. Di tengah kompleksitas konflik saat ini, kehadiran mediator profesional menjadi kebutuhan mendesak,” ujar Prof. Sabela Gayo, Kamis 9 April 2026.

Ia juga menekankan bahwa kompetensi mediator harus terus ditingkatkan, baik dari sisi teknis maupun etika profesi.

“Pelatihan seperti ini bukan hanya transfer pengetahuan, tetapi pembentukan karakter mediator yang berintegritas dan berorientasi pada solusi. Mediator tidak boleh sekadar menjadi penengah, tetapi juga problem solver yang mampu menjaga hubungan para pihak,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya mediasi dalam mendukung efisiensi sistem hukum di Indonesia.

“Mediasi mampu mengurangi beban perkara di pengadilan. Ini adalah solusi efektif, cepat, dan berbiaya ringan dibandingkan litigasi. Oleh karena itu, mediator harus siap bersaing secara global dan membawa standar Indonesia ke tingkat internasional,” tambahnya.

Pelatihan ini diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari praktisi hukum, akademisi, hingga profesional di bidang pengadaan dan bisnis. Materi yang diberikan mencakup teknik mediasi, komunikasi efektif, hingga praktik simulasi penyelesaian sengketa.

Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak mediator yang kompeten dan berdaya saing, sejalan dengan visi DSI untuk mendorong profesi mediator Indonesia agar semakin diakui di tingkat nasional maupun internasional.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *