Presiden Republik Indonesia Joko Widodo Hadiri Festival Tradisi Islam Nusantara di Banyuwangi

BERITA UTAMA21 Dilihat
banner 468x60

 

Banyuwangi, CYBERNUSANTARA1.ID – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tiba di bandara internasional Banyuwangi di Kabupaten Banyuwangi sekitar pukul 17.30 WIB setelah lepas landas dari pangkalan TNI AU Halim Perdana Kusuma Jakarta pukul 16.00 WIB. Kedatangan presiden Jokowi di Kabupaten Banyuwangi untuk menghadiri festival Tradisi Islam Nusantara yang merupakan salah satu rangkaian acara peringatan HARLAH satu abad NU yang digelar di stadion Diponegoro Banyuwangi, Senin (9-01-2023)

Presiden Jokowi tiba di dampingi sekretaris kabinet Pramono Anung, menteri BUMN Erick Thohir, sekretaris militer Presiden Laksda TNI hersan, komandan Paspampres Marsda TNI Wahyu Hidayat Soejatmiko, serta Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media sekretariat Presiden Bey Machmudin (BPMI Setpres).

Kedatangan presiden Jokowi ke Banyuwangi di sambut oleh Menkopolhukam RI Profesor Mahfud MD, MenPAN RB Abdullah Azwar Anas, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Banyuwangi Ipuk Festiandani.

Selain itu, turut menyambut Presiden Jokowi Adalah Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, Kapolda Jawa Timur Irjen Toni Hermanto, Pankoarmada II Laksda TNI TSNB Hutabarat, ketua umum PBNU Yahya Cholil Staqup dan ketua Organisasi Komite Festival Islam Nusantara Yenny Wahid beserta perwakilan se-Kabupaten di area Stadion Diponegoro Banyuwangi, juga terlihat aparat gabungan menjaga ketat menjelang di mulainya Festival Islam Nusantara.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Deddy Foury Millewa, S.H , SIK, MIK memberikan keterangan kepada wartawan bahwa ada beberapa titik Jalan akan di lakukan penutupan pada pukul 15.30 WIB di saat rombongan Presiden Jokowi memasuki kota Banyuwangi.

“Ada beberapa akses jalan menuju lokasi kita ditutup mulai pukul 15.30. Sekira pukul 17.15 Wib ketika Presiden Joko Widodo beserta rombongan menuju Pendopo Sabda Swagata Blambangan. Kemudian pada pukul 18.45 WIB ketika Presiden Jokowi dan rombongan menuju Stasiun Diponegoro guna menghadiri rangkaian acara peringatan satu abad NU,” ucap Kapolresta.

“Selanjutnya pada pukul 21.00 WIB ketika Presiden Jokowi beserta rombongan meninggalkan Stadion Diponegoro Bandara Internasional Banyuwangi. Pun ada beberapa ruas jalan akan di tutup selama acara satu abad NU berlangsung yaitu di antaranya jalan Simpang Empat cungking ke arah stadion, jalan simpang empat Karang ente dan Simpang Tiga DPR, serta simpang lima ke arah Stadion dilakukan buka tutup,” pungkas Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Deddy Foury Millewa, S.H, SIK, MIK.

Sejumlah tokoh yang juga terlihat menghadiri acara satu abad NU adalah Rois Aam PBNU Kyai Haji Miftachul Akhyar, ketua PBNU Kyai Haji Yahya Cholil Staquf Sekjen PBNU Saifullah Yusuf dan ketua SC se abad NU Erick Thohir.

Festival Tradisi Islam Nusantara menghadirkan beberapa penampilan kesenian khas NU. Mulai dari Lalaran Alfiyah yang di tampilkan secara kolosal oleh 500 santri dan santriwati se-nusantara yang mondok di berbagai pondok pesantren di Banyuwangi hingga pagelaran hadrah berkolaborasi dengan seni tari rodat syiiran.

Dalam festival tersebut juga menghadirkan Konser Sholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir As-Segaf dari Solo.

“Bapak Presiden dan saya bersama-sama mengubah keadaan masyarakat yang ada di sekitar kami, yaitu masyarakat Semanggi Kidul menjadi masyarakat ahli sholawat saat ini,” kata Habib Syech.

Habib Syech juga mengenang Jokowi sebagai sosok yang berhasil menyulap tempat-tempat kumuh di Solo menjadi lebih bagus dan menyejahterakan warganya.

Selama penampilan, Jokowi tampak beberapa kali menggoyangkan tangannya sambil mengikuti iringan musik. Goyangan tangan Jokowi tersebut di sambut riuh belasan ribu santri yang memadati stadion.

Bupati Ipuk mengatakan bahwa selama ini seni dan budaya terus mewarnai perjalanan Banyuwangi. “Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang memiliki pesantren cukup banyak. Karena itu tradisi-tradisi pesantren kian memperkaya budaya Banyuwangi. Terima kasih PBNU telah mempercayai Banyuwangi sebagai penyelenggara rangkaian peringatan Satu Abad NU,” kata Ipuk.

 

(team)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *