Warga Pertanyakan Tanggung Jawab Kontraktor Pelebaran Jalan Sukorejo Yang Terkesan Sembrono 

Terkini2 Dilihat
banner 468x60

 

Banyuwangi, CYBERNUSANTARA1.ID – Seorang warga yang tinggal di salah satu titik lokasi pembangunan proyek pelebaran jalan Desa Sukorejo Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kondisi jalan yang di biarkan berlubang dan di tinggalkan begitu saja.

Keluhan tersebut di sampaikan langsung oleh Miani (52 Th) warga desa Sukorejo yang merasa di rugikan atas kondisi jalan berlubang di depan tempat ia berjualan kepada MH Imam Ghozali selaku Presiden LBH Nusantara, Jum’at (02/12/2022).

Miani menyatakan, akibat jalan berlubang yang di biarkan begitu saja, pada tanggal 25 November 2022 pekan lalu telah terjadi kecelakaan tunggal yang di alami kakek berumur sekitar 60 tahun.

“Saat kecelakaan anak saya yang ngantar laki-laki tersebut ke Puskesmas Pedotan. Kakek tersebut mendapatkan sekitar 13 jahitan,” ujar Miani dengan nada kesal.

Menurut Miani, selain jalan di biarkan berlubang terdapat bangunan pelebaran jalan sekitar 5 meter di samping warungnya yang hanya sekedar terkesan di cor. Namun di bawahnya tidak ada batu-batu sebangsa pengeras untuk penopang pengecoran.

“Seperti yang mas lihat, masa sih habis di keruk terus di tinggal pergi. Dan setahu saya waktu itu biasanya sebelum di cor, bawahnya ada kayak di selender dulu, tapi yang di samping warung saya cuman cor langsung di tumpahkan dengan alasan sisa cor-coran dari selatan,” ungkap Miani.

Masih menurut keterangan Miani, bahwa sebelumnya sebagian peralatan dari kontraktor pelebaran jalan sempat di titipkan di halaman rumahnya, namun beberapa hari kemudian sudah di ambil lagi.

“Pekerjaan sudah selesai mau pindah tempat,” cetus Miani menirukan alasan pekerja yang saat itu mengambil peralatan.

Miani juga mengungkapkan kekesalannya, di sebabkan masih adanya tumpukan pasir yang di biarkan begitu saja menumpuk berada tepat di depan ruko keluarganya.

“Pasir itu sudah numpuk di depan ruko selama satu Minggu, yang mau buka usaha juga ribet sebab tumpukan pasir tidak segera di pindahkan. Pokoknya saya gak tahu yang bertanggungjawab dengan proyek tersebut, daripada jalan di biarkan berlubang dan membahayakan orang lain, saya minta kembali di Uruk tanah dan pasir didepan rukonya segera di pindahkan,” pungkas Miani.

MH Imam Ghozali selaku Presiden LBH Nusantara menyimak dengan seksama apa yang di paparkan oleh Miani dan berjanji akan melakukan koordinasi dengan pihak kontraktor.

 

( Ried )

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *