Cybernusantara1.id — Ki Gembong, sosok yang dikenal dengan nama Ahmad Fanji Daru Warsita, membagikan kisah perjalanan spiritualnya yang ia jalani selama bertahun-tahun. Menurutnya, perjalanan tersebut bermula dari panggilan hidup untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan memperbaiki kualitas diri.
Pada usia 36 tahun, Ki Gembong mengaku mulai merasakan dorongan batin untuk menempuh laku spiritual. Ia menjalani rutinitas ibadah seperti salat wajib, memperbanyak salat malam, serta melakukan perenungan dan meditasi sebagai bentuk pengendalian diri.
“Spiritual itu adalah panggilan hidup dari Allah kepada kita,” ujar Ki Gembong saat menceritakan pengalamannya.
Dalam proses tersebut, Ki Gembong mengaku mendapat banyak pelajaran hidup yang menurutnya datang melalui berbagai pengalaman batin. Ia meyakini bahwa perjalanan spiritual bukan sekadar mencari kemampuan tertentu, melainkan upaya memperkuat iman, memperbaiki akhlak, dan menjaga hubungan dengan Sang Pencipta.
Ki Gembong juga menuturkan bahwa perjalanan itu tidak selalu mudah. Ia menghadapi beragam pandangan dan penilaian dari orang lain. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan langkahnya untuk terus menjalani keyakinan yang diyakininya selama tetap berada dalam koridor kebaikan.
Menurutnya, inti dari spiritualitas bukan terletak pada kesaktian atau kelebihan tertentu, melainkan adab, akhlak, serta konsistensi berbuat baik kepada sesama.
Ia pun menyampaikan pesan sederhana kepada masyarakat agar senantiasa mengingat Tuhan dalam setiap waktu dan tidak berhenti berbuat baik.
“Ojo leren dadi wong apik, jangan pernah berhenti menjadi orang baik,” tuturnya.
Ki Gembong berharap kisah hidupnya dapat menjadi inspirasi bagi siapa pun yang tengah mencari ketenangan batin dan ingin meningkatkan kualitas spiritual. Ia meyakini bahwa setiap orang memiliki jalan masing-masing untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah.










