Ruko di Jalan Batu Api Diduga Jadi “Mini Market Obat Keras” Semoga Aparat Segera Bertindak

banner 468x60

Bandung, CYBERNUSANTARA1.ID – Peredaran obat keras daftar G di Kota Bandung makin nekat saja. Di kawasan Jalan Batu Api, Kecamatan Lengkong, sebuah warung diduga berubah fungsi seolah-olah jadi “apotik ilegal serba salah”. Obat keras seperti Tramadol, Eximer, dan Trihex dijual begitu saja, seolah-olah cuma dagang kerupuk.

Warga sekitar mengaku resah, tapi juga takut. Bukan takut kena tegur, tapi takut kena hal-hal yang tidak diinginkan.

“Dulu mereka jualan di toko kecil, terus pindah ke warung seberang. Tapi ya kami takut lapor, takut nanti malah kami yang kena,” ujar seorang warga dengan ekspresi campuran antara jengkel dan deg-degan.

Seorang tokoh masyarakat juga membenarkan hal tersebut. Katanya, bisnis obat keras ini seperti tanaman liar, susah ditebang, tumbuh lagi.

“Khawatir ada yang membekingi. Kalau kami lapor, bisa-bisa malah kami yang disalahin. Seram, pokoknya,” ujarnya lirih.

Omzet Jutaan, Tapi Generasi Muda Jadi “Korban Side Effect”

Berdasarkan informasi, operasi penjualan obat keras ini mulai aktif sore hari dipimpin oleh seseorang bernama Yanto. Adapun yang bertugas sebagai penjual disebut bernama Putra, dengan omzet yang konon sudah tembus jutaan rupiah per hari.

Sayangnya, keuntungan besar itu harus dibayar mahal oleh generasi muda yang jadi target empuk.

Warga berharap pemerintah dan aparat segera turun tangan. Kalau perlu, datangnya jangan sore-sore, biar ketahuan siapa yang jualan dan siapa yang pura-pura beli gorengan.

“Intinya kami cuma ingin wilayah kami bersih dari obat-obatan keras. Tolong, Pak, Bu, segera bertindak,” pinta warga.

Sementara itu, awak media masih mencoba berkoordinasi dengan pihak kepolisian, kecamatan, hingga kelurahan. Semoga semua cepat tertangani, biar Jalan Batu Api tidak benar-benar jadi tempat yang “bikin panas”.

(Redaksi)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *