Kabupaten Bandung Barat, CYBERNUSANTARA1.ID – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk). Salah satunya melalui kegiatan penguatan peranan petugas registrasi desa dalam pelayanan Adminduk berbasis digital menuju Kabupaten Bandung Barat AMANAH (Administrasi Modern, Akurat, Nyaman, Aman, dan Handal).
Kepala Disdukcapil KBB, Drs. H.Hendra Trismayadi M.Si. menjelaskan bahwa pelayanan Adminduk kini diarahkan sepenuhnya ke sistem digital agar lebih efisien dan cepat. “Kita tidak lagi manual, semua sudah terhubung langsung ke sistem digital. Di setiap desa harus ada operator yang mengendalikan sistem ini, sehingga laporan masyarakat bisa langsung masuk tanpa harus ke kantor kabupaten,” ujarnya, rabu, 29 Oktober 2025.

Menurutnya, langkah ini sangat penting terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pedesaan atau pegunungan. “Selama ini masyarakat di daerah terpencil sering kesulitan karena jarak jauh ke kantor kabupaten. Dengan sistem digital, layanan bisa diakses secara online dari desa. Masyarakat cukup datang ke kantor desa dan dilayani oleh operator lokal,” kata Drs Hendra.
Namun, Kadis juga mengakui bahwa tantangan tetap ada, terutama terkait ketersediaan jaringan internet dan kemampuan sumber daya manusia (SDM) di tingkat desa. “Masalah jaringan memang jadi kendala, terutama di daerah pegunungan. Tapi kita bekerja sama dengan Dinas Kominfo untuk mengoptimalkan jaringan. SDM juga terus kita tingkatkan agar semua desa mampu mengoperasikan sistem digital ini dengan baik,” jelasnya.

Selain pelayanan online, Disdukcapil KBB juga tetap menjalankan sistem jemput bola untuk memudahkan masyarakat yang kesulitan mengakses layanan digital, seperti pembuatan akta kelahiran, kematian, KTP, dan KK.
“Kalau ada warga yang meninggal, misalnya, cukup melapor ke desa. Petugas akan langsung menginput data ke sistem dan dalam waktu satu jam akta kematian sudah bisa terbit. Semua proses dilakukan cepat, mudah, dan gratis,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kadis Hendra mencontohkan keberhasilan daerah lain seperti Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung yang telah lebih dulu menerapkan sistem pelayanan Adminduk digital. “Kita undang mereka untuk berbagi pengalaman, karena tujuan akhirnya sama, yaitu meningkatkan pelayanan publik agar lebih baik dan lebih dekat dengan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui inovasi digitalisasi pelayanan ini, Disdukcapil Bandung Barat berharap seluruh masyarakat—terutama di wilayah desa—dapat menikmati layanan Adminduk yang modern, cepat, efisien, dan inklusif, sejalan dengan visi Bandung Barat Amanah.
(Jay k)










