Warga Dusun Sayangan Gelar Khenduri Maulid Nabi, Penuh Syukur dan Kebersamaan

banner 468x60

ACEH BARAT DAYA, CYBERNUSANTARA1.ID — Dalam suasana penuh khidmat dan keimanan, warga Dusun Sayangan, Gampong Pante Pirak, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), menggelar Khenduri Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1447 H, Minggu (19/10/2025). Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Baitul Izzah ini menjadi wujud nyata rasa syukur dan kebersamaan masyarakat setempat.

Sebagai bentuk tradisi dan sedekah bersama, warga bergotong-royong menyajikan tiga kuali besar kuah beulangong—masakan khas Aceh—untuk dinikmati oleh para tamu undangan dan masyarakat sekitar. Aroma rempah kuah beulangong yang menggoda berpadu dengan semangat gotong royong menambah hangatnya suasana khenduri yang berlangsung meriah meski diguyur gerimis.

Acara juga dimeriahkan oleh penampilan grup zikir dari Dusun Yaman, Gampong Suak Nibong, Kecamatan Tangan-Tangan, yang menambah syahdu suasana peringatan kelahiran Rasulullah SAW.

Imum Masjid Baitul Izzah, Tgk. Muhammad Syukur, A.Ma, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan Maulid tahun ini.

“Khenduri Maulid ini sudah menjadi tradisi yang terus kami laksanakan setiap tahun. Alhamdulillah, dengan adanya kegiatan ini, kita dapat mempererat ukhuwah dan kebersamaan, serta terus mengingatkan kita akan akhlak mulia yang diajarkan Rasulullah SAW,” ujarnya dengan penuh haru.

Menurut Tgk. Muhammad Syukur, kegiatan Maulid bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi juga menjadi wadah memperkokoh hubungan sosial dan keagamaan antarwarga. Ia berharap nilai-nilai kebersamaan dan tradisi keislaman seperti ini dapat terus diwariskan kepada generasi muda.

“Semoga tradisi ini akan terus hidup dan menjadi simbol solidaritas serta kebersamaan bagi warga Dusun Sayangan Gampong Pante Pirak dan sekitarnya,” harapnya.

Sebagai puncak peringatan, malam harinya akan digelar Tabligh Akbar di Masjid Baitul Izzah dengan menghadirkan penceramah dari Kabupaten Aceh Barat, Ustaz Salman.

“Kegiatan ceramah akan dilaksanakan ba’da Isya dan terbuka untuk masyarakat umum,” pungkas Tgk. Muhammad Syukur yang juga dikenal sebagai mantan keuchik dua periode tersebut.

Melalui khenduri Maulid ini, masyarakat Dusun Sayangan tidak hanya merayakan kelahiran junjungan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga meneguhkan semangat kebersamaan, kepedulian, dan cinta kepada Rasulullah dalam bingkai adat serta budaya Islam khas Aceh.

Laporan: Ridwan | Editor: Tim

Redaksi CyberNusantara1.id

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *