Duet Tausyiah Ustadz Aing dan Ustadz Ohang di Mandalasari, Jamaah Membludak Penuhi Masjid Al-Mujaddid

banner 468x60

Kabupaten Bandung Barat, CYBERNUSANTARA1.ID – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami Al-Mujaddid, Kampung Cigentur RT 01 RW 17, Desa Mandalasari, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, pada Kamis malam (25/9/2025) berlangsung meriah dan penuh khidmat. Ribuan jamaah dari berbagai desa tumpah ruah memenuhi area masjid hingga ke pelataran dan pinggir jalan.

Acara yang dinanti-nantikan warga ini menghadirkan dua pendakwah kondang sekaligus sahabat dekat, yaitu Kang A. Saepudin atau lebih akrab dikenal sebagai Ustadz Aing, serta Kang Ohang atau Ustadz Ohang yang dikenal luas sebagai ustadz sekaligus figur publik. Duet tausyiah keduanya menjadi magnet utama bagi jamaah untuk hadir berbondong-bondong.

Dalam tausyiah yang disampaikan secara bergantian dan berduet, Ustadz Aing bersama Ustadz Ohang menekankan pentingnya umat Islam meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW. Tidak hanya sebatas diperingati secara seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam sikap, perilaku, dan kehidupan sehari-hari.

“Maulid Nabi bukan sekadar acara peringatan. Intinya adalah bagaimana kita bisa mengambil teladan dari akhlak Rasulullah, menanamkan sifat jujur, sabar, kasih sayang, serta menebar kebaikan di lingkungan sekitar,” pesan Ustadz Ohang yang disambut takbir jamaah.

Senada dengan itu, Ustadz Aing menambahkan bahwa Rasulullah adalah contoh sempurna bagi umat manusia. “Kehidupan sehari-hari kita harus menjadi cerminan dari akhlak Nabi, baik dalam keluarga, bermasyarakat, maupun berbangsa. Inilah bentuk cinta kita kepada Rasulullah,” ujarnya.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas dari penuhnya jamaah hingga meluber ke luar masjid. Banyak di antaranya datang dari desa-desa sekitar Mandalasari hanya untuk mendengar langsung tausyiah duet dua ustadz populer tersebut.

Kepala Desa Mandalasari, perangkat desa, Kadus, hingga Babinkamtibmas turut hadir dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, Kepala Desa Mandalasari mengajak masyarakat agar menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum meningkatkan iman dan memperkuat ukhuwah.

“Dengan hadirnya Ustadz Ohang dan Ustadz Aing, kita harapkan jamaah bisa menyerap ilmu dan pesan-pesan kebaikan yang disampaikan. Mari kita jadikan Maulid Nabi sebagai pengingat untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dan meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Selain menghadirkan tausyiah, acara ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antar warga. Suasana penuh kekeluargaan terasa ketika jamaah duduk berdesakan, sebagian besar rela mengikuti acara dari halaman hingga pinggir jalan.

Bagi masyarakat Desa Mandalasari, kehadiran dua tokoh ustadz ini dianggap sebagai kehormatan sekaligus motivasi untuk terus menjaga semangat religiusitas di tengah kehidupan modern.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Mandalasari tahun ini tidak hanya menjadi acara keagamaan rutin, tetapi juga momentum besar yang menyatukan masyarakat, mempertebal kecintaan kepada Rasulullah, serta meneguhkan komitmen untuk mengamalkan akhlak Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis : Jay k

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *