Antrian Panjang di Setiap SPBU Kota Baturaja Diduga Karena Adanya Pengecor

Ragam Berita8 Dilihat
banner 468x60

 

Sumsel, CYBERNUSANTARA1.ID – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang terletak di wilayah Kabupaten OKU Sumsel diduga melayani pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada pelangsir/pengecor dengan semua jenis BBM di SPBU termasuk BBM bersubsidi.

“Beberapa hari yang lalu, sempat terjadi cekcok antara warga dengan seorang pengecor. Warga kesal karena mereka sudah berjam-jam mengantri sementara yang ngecor lancar, lalu mereka memotret kegiatan oknum yang merugikan pengguna tersebut,” kata Ari, salah satu warga,

Ari menambahkan, para pengecor menggunakan mobil pribadi dari SPBU ke SPBU untuk menguras BBM Bersubsidi di wilayah kabupaten oku.

“Pengecoran BBM bukan menjadi rahasia lagi, bisa di tanyakan kepada masyarakat sekitar, pelayanan pengisian BBM yang di duga di lakukan SPBU tersebut secara masif, baik itu siang dan malam tidak mengenal waktu sehingga kerap kali terjadi antrian kendaraan yang panjang, parahnya lagi para pengecor BBM dengan bebas mengisi dan terlihat SPBU di Kabupaten OKU ini di kuasai oleh para pelaku kriminal,” terangnya.

Di terpisah Slamet salah satu pengguna SPBU mengatakan, “Saya menduga aktivitas pengecoran BBM telah terorganisir, sehingga terlihat rapi dan lancar, padahal perbuatan itu dapat di pidana sesuai Pasal 56 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP),” katanya.

“Kami menduga ini permainan oknum di SPBU, pantas saja kerap terjadi BBM kosong, tetapi justru pengecer menjamur. Setelah kami tanya-tanya, ternyata pengisian tidak hanya itu, untuk kendaraan umum mobil-mobil besar berbahan bakar solar dalam melakukan pengisian BBM sudah menjadi budaya SPBU tersebut,” ujar Slamet.

Sementara Owner salah satu SPBU yang enggan namanya di tulis saat di konfirmasi malah terkesan emosi bernada tinggi, dan menyatakan kalau pihaknya membagi pendistribusian BBM di SPBU sedemikian rupa sudah sesuai arahan pertamina.

“Saya tidak bisa apa-apa terkait para pelaku kriminal tersebut, katanya ada SATGAS BBM mana kok malah tambah parah antrian di tiap SPBU baturaja ini,” ucapnya.

Checker Pertamina Kabupaten Oku, Malik, saat di konfirmasi sebanyak dua kali, tidak memberikan keterangan tetapi pesan whatsapp yang di layangkan telah ia dibaca.

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten OKU hingga saat ini belum melakukan tindakan agar suasana Kota Baturaja bisa kondusif dan nyaman.

“Kami akan bertemu langsung dengan pihak Pertamina dan Satgas BBM yang terbentuk untuk menyampaikan hal-hal yang terjadi di lapangan,” tegas Alvin seraya menyampaikan, terkait kuota penambahan pom dan jam pengiriman dari pertamina ke SPBU Kabupaten OKU.

Saat ini setiap hari dari pagi hingga malam hari, hampir semua SPBU yang ada di Kota Baturaja terjadi antrian kendaraan untuk mendapatkan BBM jenis solar. Bahkan di hari Senin sampai hari Sabtu sejak pukul 10.00 WIB, SPBU di Kabupaten OKU sudah ramai antrian.

( Alv )

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *