Aceh – Sekretaris Jaringan pendamping kebijakan pembangunan (JPKP) Aceh Syamsul Kamal mengkritisi pelaksanaan pelatihan Tata Boga dan pembuatan Pupuk Organik yang diadakan di Medan oleh penyelenggara.
Pasalnya, pelaksanaan kegiatan pelatihan keluar daerah pada era pandemi dan krisis ekonomi dengan menghabiskan anggaran negara yang cukup besar di nilainya kurang efektif.
Menurut Kamal, “Kegiatan yang menggunakan Dana Desa secara gabungan tersebut terkesan menghamburkan uang dan minim manfaat,” katanya melalui press release Jum’at (6/5/2022).
“Hal tersebut terkesan sia-sia dan mubazir, karena output dari kegiatan tersebut tentu tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Seharusnya dana sebesar itu bisa digunakan pada kegiatan yang lebih bermanfaat kepada masyarakat seperti pemberdayaan masyarakat melalui sumberdaya alam potensial, pendampingan, penguatan modal usaha, akses pasar, dan lain sebagainya dengan prinsip kearifan lokal,” kata mantan NGO Worker senior ini.
Semestinya, lanjut Kamal, “Pihak dinas terkait membuat perencanaan yang matang saat ingin melaksanakan program kegiatan yang mengarah pada outcome dan impact, bukan hanya sekedar capaian pada output semata. Sangat disayangkan biaya miliaran rupiah dihabiskan hanya untuk capaian hasil memberi motivasi dan meningkatkan pengetahuan, apalagi di era digital ini pelatihan itu lebih efisien diadakan melalui zoom meeting dan bisa juga diarahkan agar masyarakat memanfaatkan youtobe untuk akses konten atau materi penting sesuai kebutuhan usahanya masing-masing,” papar aktivis sosial ekonomi ini.
Untuk itu, melalui tulisan ini Kamal meminta kepada Bupati Aceh Jaya agar mengevaluasi kinerja Kepala Dinas terkait supaya setiap pelaksanaan program kegiatan masyarakat perlu dilakukan kajian yang lebih detail terhadap potensi sumberdaya alam (SDA) dan sumberdaya manusia (SDM) lokal agar program yang dijalankan benar-benar dapat dirasakan manfaat oleh masyarakat secara berkelanjutan.
Kalau sekedar Pelatihan Tata Boga, Direktur PT. Alami Berkah Sejahtera ini yakin sekali bahwa banyak SDM lokal daerah yang berpotensi, “Perlu diberdayakan dan dikembangkan agar kabupaten Aceh Jaya lebih maju kedepannya,” ujarnya.
“Apalagi jika hanya pelatihan pupuk organik di Aceh Jaya kelebihan Trainer ahli yang merupakan mantan pekerja NGO yang kiprahnya juga telah menjadi Trainer terbaik ditingkat Sumatra bahkan Jawa,” sebut Kamal.
Jika dibutuhkan, saya sendiri siap dan bersedia, bahkan menawarkan diri menjadi pelatih pembuatan pupuk organik secara gratis kepada masyarakat luas. Dan kegiatan ini memang terus saya lakukan semenjak pasca Tsunami Tahun 2004 silam.
Masalah kualitas, tak perlu dikuatirkan karena produk olahan kita siap bersaing dan berbanding dengan produk pupuk manapun baik Nasional ataupun internasional, bahkan hasil olahan kita siap dibuat perbandingan dengan pupuk kimia terbaik sekalipun,” papar pakar herbal ini.
Kamal berharap kepada semua pihak terutama para pengambil kebijakan yang diberi peran oleh negara sebagai pengawal Dana Desa jangan coba cawe- cawe anggaran tersebut, mari fokus pada pembangunan masyarakat, jangan mencari celah untuk dapat bagian. Pusatkan target capaian pada perubahan dan kemajuan masyarakat dan daerah meski sedikit agak susah dalam merumuskan, karena memang program paling mudah menghabiskan anggaran adalah dengan mengadakan pelatihan,” tutupnya.
#sunber : imamnugroho
(arlisman/FR/CN1)










