Bandung – Kota Bandung yang memiliki ragam seni dan Budaya khususnya tatar Sunda menjadi salah satu kekayaan dan merupakan Kebanggaan di Tanah Air Indonesia. Tidak hanya itu, berbagai tempat wisata, kuliner dan cagar budaya lainnya menjadi daya tarik bagi masyarakat lokal maupun internasional.
Dibalik itu semua, Kota Bandung pun telah melahirkan Putra – Putri terbaik yang menjadi sosok-sosok pahlawan dan panutan, baik yang terdokumentasikan bahkan yang tidak terdokumentasikan.
Seperti halnya sebuah pepatah Sunda yang terdokumentasikan di bawah ini ;
“Hana nguni hana mangke tan hana nguni tan hana mangke Hana tunggak hara catang tan hana tunggak tan hana catang Kiwari nyanding bihari, kiwari seja sampeureun jaga”.
(artinya) Tak akan ada hari ini, jika tak ada kemarin, tak ada tonggak apabila tidak ada batang. Hari ini adalah harapan yang terkait masa lalu, hari ini menentukan hari esok).
Sungguh benar pepatah atau peribahasa tersebut, sederhana namun bermakna.
Peribahasa tersebut merupakan awal berita akan kayanya Tatar Sunda. Di episode selanjutnya redaksi akan menguak sosok figur-figur panutan di Kota Bandung yang menjadi bagian dari sejarah Ibu Pertiwi, salah satunya adalah Raden Adipati Aria Muharam Wiranatakusumah yang bergelar R.A.A. Wiranata Kusumah 5 yang juluki Dalem Haji.
Sosok tersebut merupakan keturunan Raja Padjadjaran sebagai Bupati Bandung terakhir dimana sebelum kemerdekaan para Bupati tersebut merupakan keturunan dari raja – raja di Nusantara.
(Redaksi)






