BANDUNG, CYBERNUSANTARA1.ID – SMP Negeri (SMPN) 50 Bandung terus mengembangkan program Buruan SAE sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan sekolah yang hijau, sehat, produktif, serta berwawasan lingkungan. Program tersebut menjadi salah satu implementasi inovasi GURISA (Guyub Riksa Sakola) yang mengintegrasikan pendidikan karakter dengan pengelolaan lingkungan sekolah secara berkelanjutan.
Buruan SAE tidak hanya berfungsi sebagai ruang hijau di lingkungan sekolah, tetapi juga dimanfaatkan sebagai media pembelajaran kontekstual yang memberikan pengalaman langsung kepada para peserta didik. Bersama para guru, peserta didik terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari menanam, merawat, hingga memanfaatkan beragam jenis tanaman sayuran, tanaman obat keluarga (TOGA), serta tanaman produktif lainnya.
Melalui aktivitas tersebut, peserta didik diajak memahami pentingnya pelestarian lingkungan dan ketahanan pangan sejak dini. Selain itu, kegiatan Buruan SAE turut menumbuhkan nilai-nilai positif, seperti gotong royong, tanggung jawab, kemandirian, kerja sama, disiplin, serta kepedulian terhadap alam.
Pada Sabtu, 1 Agustus 2026, SMPN 50 Bandung mendapat kehormatan menerima kunjungan Anggota DPR RI Komisi X, Ledia Hanifa. Dalam kunjungan tersebut, Ledia Hanifa meninjau secara langsung pengembangan kawasan Buruan SAE serta berbagai kegiatan pembelajaran yang terintegrasi dengan pendidikan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi seluruh warga sekolah untuk menunjukkan komitmen dalam membangun budaya pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter serta kesadaran menjaga kelestarian lingkungan.
Ledia Hanifa memberikan apresiasi terhadap komitmen dan inovasi SMPN 50 Bandung dalam menghadirkan lingkungan sekolah yang bersih, hijau, asri, dan produktif. Menurutnya, pengembangan Buruan SAE merupakan salah satu contoh praktik baik yang mampu mengintegrasikan proses pendidikan, pembentukan karakter, serta kepedulian terhadap lingkungan secara nyata dan berkelanjutan.
Program tersebut dinilai memiliki nilai edukatif karena memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar secara langsung melalui pengalaman, sekaligus memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Kepala SMPN 50 Bandung, Asep Ramdani, S.S., M.Hum., menyampaikan bahwa pengembangan Buruan SAE akan terus dilakukan sebagai bagian dari budaya dan identitas sekolah.
“Melalui program GURISA atau Guyub Riksa Sakola, kami berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang asri, sehat, nyaman, produktif, dan berkelanjutan. Harapannya, lingkungan sekolah dapat menjadi ruang belajar yang mampu membentuk generasi berkarakter, peduli terhadap lingkungan, serta memiliki semangat gotong royong,” ujar Asep Ramdani.
Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari kolaborasi seluruh warga sekolah, mulai dari peserta didik, guru, tenaga kependidikan, hingga dukungan berbagai pihak. Kebersamaan menjadi salah satu kekuatan utama dalam menjaga dan mengembangkan Buruan SAE agar terus memberikan manfaat bagi lingkungan maupun proses pembelajaran.
Apresiasi dari Anggota DPR RI Komisi X menjadi motivasi dan dorongan bagi seluruh warga SMPN 50 Bandung untuk terus berinovasi dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berwawasan lingkungan.
Melalui pengembangan Buruan SAE dan inovasi GURISA, SMPN 50 Bandung berharap dapat terus melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, tanggung jawab terhadap lingkungan, serta semangat kebersamaan dalam membangun masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.










