Banda Aceh | CYBERNUSANTARA1.ID — Upaya memperkuat tata kelola pemerintahan desa terus digencarkan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bertema “Sinergitas Dalam Organisasi Pemerintah Desa” yang digelar oleh Lembaga Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Putra Bangsa Sumatra Utara, Jumat (9/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel AYANI Banda Aceh tersebut menghadirkan Ners Rody Motivator sebagai narasumber utama. Bimtek ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari Keuchik, Tuha Peut, serta Ibu-ibu PKK dari berbagai desa.
Dalam paparannya, Ners Rody menekankan bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak hanya ditentukan oleh anggaran, tetapi sangat bergantung pada kekuatan kerja tim (team work) dan kepemimpinan (leadership) yang mampu menyatukan seluruh elemen desa.
“Sinergitas adalah kunci. Kepala desa, Tuha Peut, perangkat desa, hingga masyarakat harus berjalan seirama. Tanpa kerja tim yang solid dan kepemimpinan yang memahami perannya, pembangunan desa akan berjalan lambat,” tegas Ners Rody di hadapan peserta.
Ia menjelaskan, sinergitas dalam organisasi pemerintahan desa merupakan kolaborasi harmonis antara Kepala Desa, BPD, perangkat desa, dan masyarakat yang dilandasi oleh komunikasi efektif, rasa saling percaya, serta semangat saling mendukung.
Menurutnya, sinergitas tersebut sangat penting agar setiap program desa berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran, sekaligus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat sesuai amanat Undang-Undang Desa.
“Ketika semua elemen desa saling menguatkan, maka pelayanan publik akan meningkat, pemberdayaan masyarakat berjalan optimal, dan potensi desa bisa dimanfaatkan secara maksimal dan inovatif,” tambahnya dengan penuh motivasi.
Kegiatan Bimtek ini disambut antusias oleh para peserta. Mereka menilai materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan tantangan nyata pemerintahan desa saat ini.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta pemerintahan desa yang solid, partisipatif, dan berorientasi pada kemajuan serta kesejahteraan masyarakat desa.
(Arlisman)










