banner 468x60

Jakarta, CYBERNUSANTARA1.ID — Komitmen mencetak sumber daya manusia unggul di bidang penyelesaian sengketa kembali ditegaskan melalui Pelatihan Arbitrase Batch 39 yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada 26 hingga 28 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi wadah strategis peningkatan kapasitas dan profesionalisme praktisi hukum serta pemangku kepentingan di bidang arbitrase.

Pada hari pertama (Day 1), Jumat, 26 Desember 2025, kegiatan pelatihan dibuka secara resmi oleh Prof. Sabela Gayo, S.H., M.H., Ph.D., selaku Presiden Dewan Sengketa Indonesia (DSI).

Baca Juga Berita Ini 👇👇👇:

Dalam sambutannya, Prof. Sabela Gayo menegaskan bahwa arbitrase memiliki peran penting sebagai mekanisme penyelesaian sengketa yang efektif, berkeadilan, dan berorientasi pada kepastian hukum.

Arbitrase bukan sekadar alternatif penyelesaian sengketa, melainkan instrumen strategis dalam menciptakan iklim hukum yang kondusif, profesional, dan berintegritas, khususnya di tengah kompleksitas transaksi dan pengadaan di era modern,” ujar Prof. Sabela Gayo.

Pelatihan Arbitrase Batch 39 ini diselenggarakan oleh Institut Pengadaan Publik Indonesia (IPPI) bekerja sama dengan Dewan Sengketa Indonesia (DSI) serta Yayasan Pendidikan Dewan Sengketa Indonesia.

Kolaborasi lintas lembaga ini mencerminkan sinergi kuat dalam mendorong penguatan kapasitas nasional di bidang penyelesaian sengketa, khususnya yang berkaitan dengan kontrak, pengadaan publik, dan sektor strategis lainnya.

Melalui metode pembelajaran interaktif secara daring, peserta dibekali pemahaman komprehensif mengenai prinsip-prinsip arbitrase, praktik terbaik penyelesaian sengketa, serta perkembangan hukum dan regulasi terkini.

Selain meningkatkan kompetensi teknis, pelatihan ini juga menanamkan nilai etika, independensi, dan profesionalisme sebagai fondasi utama seorang arbiter.

Dengan penyelenggaraan Pelatihan Arbitrase Batch 39, para penyelenggara berharap lahir lebih banyak praktisi dan arbiter yang memiliki kapasitas mumpuni serta menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan peran strategisnya. Kegiatan ini sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat sistem penyelesaian sengketa nasional yang modern, adaptif, dan berkeadilan.

 

 

Sumber : Dewan Sengketa Indonesia (DSI)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *