Aksi Demo KOMPI Batal, Publik Bertanya: Ada Tekanan atau Intervensi?

BERITA UTAMA57 Dilihat
banner 468x60

Jakarta, CYBERNUSANTARA1.ID – Aktivis perempuan dan anak, Tri Wulansari, yang juga merupakan salah satu dewan pendiri Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI), mengkritik keras maraknya peredaran obat-obatan keras jenis daftar G di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Selatan. Ia menyayangkan batalnya aksi demonstrasi yang rencananya akan digelar Koalisi Mahasiswa Pemuda (KOMPI) Jakarta pada Kamis (7/8/2025) untuk menyoroti persoalan tersebut.

Dalam keterangan persnya di Jakarta, Wulan menegaskan bahwa peredaran obat seperti tramadol dan eksimer telah meresahkan masyarakat, khususnya orangtua yang khawatir akan masa depan anak-anak mereka.

“Obat-obatan keras daftar G seperti tramadol dan eksimer sangat berpotensi merusak sistem saraf. Bahkan, tawuran pelajar dan premanisme yang belakangan marak, diduga kuat dipicu oleh konsumsi obat-obatan ini,” ujar Wulan.

Baca Juga Berita Ini 👇👇👇:

Modus Penjualan Terselubung, Dugaan Ada Pembekingan

Wulan mengungkapkan bahwa obat-obatan keras tersebut dijual secara terselubung di tempat-tempat yang tak lazim seperti konter HP, toko kosmetik, toko plastik, hingga warung kelontong.

Lebih jauh, ia menuding adanya dugaan keterlibatan oknum aparat dalam membekingi bisnis ilegal ini.

“Jaringan pengedar ini merasa ‘kebal’ karena diduga dibackup oleh oknum dari aparat penegak hukum, TNI, dan bahkan unsur pemerintah. Jika dugaan ini benar, maka persoalannya jauh lebih sistemik dan sulit diberantas,” tegas Wulan.

Desak Polda Metro Jaya dan Polres Tangsel Lakukan Bersih-Bersih

Wulan mendesak Kapolda Metro Jaya yang baru untuk mengambil langkah tegas dan melakukan cleansing di internal kepolisian serta menutup permanen jalur distribusi obat daftar G.

Ia juga menyatakan dukungannya terhadap Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Victor Inkiriwang, yang menurutnya memiliki rekam jejak tegas dan berwibawa. Namun, ia mengingatkan bahwa komitmen tanpa tindakan nyata hanya akan menjadi retorika.

“Ketegasan Kapolres dan Kapolda Metro Jaya sangat dinanti publik. Jangan hanya tegas kepada masyarakat, tetapi juga kepada jajaran sendiri jika terbukti terlibat,” ujar Wulan.

Identitas Bandar Disebut, Aparat Masih Bungkam

Dalam keterangannya, Wulan mengklaim memiliki data dari sejumlah sumber terpercaya mengenai nama-nama pelaku utama jaringan peredaran obat daftar G. Ia menyebut nama seorang bandar bernama Muklis yang diduga dibantu oleh koordinator bernama Raja.

Namun hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi redaksi kepada Satuan Narkoba Polres Tangerang Selatan terkait temuan ini belum mendapatkan tanggapan.

Ancaman Aksi Lebih Besar

Wulan menyatakan, jika aparat hukum dan pemerintah tidak segera bertindak, pihaknya akan menggerakkan aksi yang lebih besar dengan melibatkan seluruh anggota FWJI dan komunitas emak-emak.

“Kami tidak akan diam melihat generasi bangsa dirusak. Jika tidak ada tindakan, kami akan turun ke jalan dan menyuarakan tuntutan rakyat,” pungkasnya.

Sumber : FWJ Indonesia

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *