Kabupaten Bandung Barat, CYBERNUSANTARA1.ID — Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bandung Barat (KBB) tengah menghadapi keterbatasan serius. Minimnya armada serta nihilnya pelatihan bagi personel menjadi sorotan utama yang diungkap langsung oleh Kepala Dinas Damkar KBB, Dra. Siti Aminah Anshoriah, M.Pd.
Dalam sebuah pernyataan terbuka, Siti Aminah menuturkan bahwa saat ini Damkar KBB hanya memiliki delapan unit mobil pemadam kebakaran. Jumlah tersebut sangat tidak ideal untuk wilayah seluas KBB yang terdiri dari 16 kecamatan.
“Idealnya, setiap kecamatan punya dua unit. Tapi kita hanya punya delapan mobil untuk seluruh KBB. Sangat jauh dari cukup,” ujarnya.

Ia menyesalkan kurangnya perhatian dari pimpinan daerah terhadap institusi Damkar, yang selama ini dianggap sebagai instansi kurang prioritas.
“Kami dianggap kurang seksi. Padahal kami kerap diminta menangani banyak hal yang bahkan di luar tugas utama, mulai dari mengangkat barang dari got, melepaskan cincin yang menyangkut di jari, hingga membantu evakuasi pasien dari RSJ,” jelasnya.
Lebih memprihatinkan lagi, menurutnya, hingga saat ini tidak ada pelatihan resmi dari pemerintah daerah bagi anggota Damkar. Beberapa anggota hanya bisa mengikuti pelatihan teknis jika ada undangan dari pihak luar secara gratis.

“Pelatihan sangat penting, ini soal keselamatan. Tapi selama ini kami belum pernah difasilitasi pelatihan oleh Pemda,” ungkapnya.
Siti Aminah juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berulangkali menyampaikan kondisi ini kepada Komisi I DPRD KBB, namun belum mendapat respons konkret.
“Kami sudah berkali-kali menyampaikan ke DPRD, tapi belum pernah ada tanggapan serius. Seolah-olah Damkar bukan prioritas,” keluhnya.
Ia berharap pemerintah daerah mulai memberi perhatian yang layak terhadap keberadaan Damkar sebagai garda terdepan dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat.
“Kemajuan daerah bisa dilihat dari bagaimana pemimpinnya memperhatikan sektor-sektor vital seperti pemadam kebakaran. Kami siap 24 jam untuk masyarakat. Sudah sepatutnya kami juga mendapatkan dukungan yang seimbang,” pungkasnya.
(Kusdinar)










